- tvOnenews.com/Julio
Rekam Jejak Sony Sonjaya Eks Wakil Kepala BGN Tersangka Korupsi MBG, Pernah Punya Jabatan Mentereng di Kepolisian
Jakarta, tvOnenews.com - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan, Sony Sonjaya bersama mantan Kepala BGN, Dadan Hindayana, serta mantan Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Dukungan Kelembagaan Lodewyk Pusung resmi ditetapkan tersangka pada Rabu (3/6/2026).
Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan Sony Sonjaya, Dadan Hindayana, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menyampaikan bahwa, Sony Sonjaya, Dadan, dan Lodewyk diduga korupsi tata kelola program MBG pada periode 2025 hingga 2026.
"Setelah melalui serangkaian pemeriksaan terhadap Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP sebagai saksi, dan berdasarkan dua alat bukti yang cukup yang diperoleh tim penyidik, maka tim penyidik menetapkan ketiganya sebagai tersangka," ujar Syarief di Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.
Syarief menjelaskan modus ketiga tersangka. BGN menunjuk berbagai yayasan yang bermasalah untuk menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Yayasan-yayasan tersebut terafiliasi di antaranya dimiliki oleh Saudara DH, Saudara SS, dan Saudara LP," terangnya.
Ia melanjutkan alasan Kejagung menetapkan ketiganya sebagai tersangka. Mereka melakukan proses pengadaan barang dan jasa di BGN yang terindikasi melawan hukum.
Terkini, Kejagung resmi menahan ketiga tersangka. Mereka ditahan di Rutan Salemba selama 20 hari ke depan.
"Para tersangka tersebut saat ini dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung dan Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," ucap Syarief.
Rekam Jejak Sony Sonjaya Eks Wakil Kepala BGN
- dok.BGN
Berdasarkan hasil rangkuman tvOnenews.com per Rabu (3/6/2026), Sony Sonjaya merupakan mantan Wakil Kepala BGN kelahiran di Bandung, Jawa Barat pada 20 Oktober 1967.
Dalam perjalanan kariernya, Sony dikenal luas sebagai purnawirawan perwira tinggi Polri. Di lingkungan Korps Bhayangkara, ia bukanlah menjadi sosok baru.
Sony bahkan mempunyai catatan karier mengemban beberapa jabatan di Korps Bhayangkara. Sebelum itu, Sony merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Angkatan 1991 atau Akabri 1991.
Melalui catatan ini, Sony Sonjaya merupakan salah satu rekan yang pernah seangkatan dengan sosok Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sepak terjang kariernya di kepolisian, Sony Sonjaya lebih banyak menjalankan tugas di bidang penegakan hukum. Selain itu, ia juga berkecimpung di reserse kriminal.
Pengalaman di bidang ini membawa Sony mempunyai posisi strategis di kepolisian. Mantan Wakil Kepala BGN itu memiliki catatan karier kepemimpinannya saat menjadi Kapolres Majalengka.
Selepas itu, kepemimpinannya mendorong Sony Sanjaya menjadi Kapolres Bandung pada 2011. Keberhasilannya di Bandung membuat ia mendapat promosi menjabat Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadirreskrimsus) Polda Jawa Barat pada 2012.
Menariknya, karier Sony semakin melonjak tinggi. Ia pernah menjalani tugas sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Aceh pada 2020.
Setahun kemudian, Sony mendapat kepercayaan sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Aceh. Tak ayal, hal ini tak lepas ia mempunyai pengalaman di bidang reserse kriminal.
Jabatan terakhirnya di kepolisian menjadi Kabag Renopsnal Robinopsnal Bareskrim Polri pada 2022. Setelah itu, Sony pensiun dengan status pangkat Inspektur Jenderal (Irjen).
Sony Sonjaya pun resmi purna tugas. Hal ini membawa dirinya dilantik sebagai Wakil Kepala BGN pada 17 September 2025.
Rekam Jejak Sony Sonjaya di Badan Gizi Nasional
Sony Sonjaya mempunyai peran penting fase awal pembentukan hingga penguatan lembaga BGN. Ia sempat menjabat sebagai Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah II BGN.
Tak hanya itu, Sony juga menjabat Ketua Tim Verifikasi sebelum dipercaya sebagai Wakil Kepala BGN. Di lembaga ini, Sony bertugas dan bertanggung jawab besar, terutama di aspek operasional di lapangan.
Salah satu peran utama Sony Sonjaya melakukan koordinasi proses distribusi program unggulan MBG. Tujuannya jangkauan dari penyaluran MBG ke masyarakat tepat sasaran.
Alasan Sony mempunyai jabatan mentereng tak lepas dari kemampuan manajerialnya. Bahkan, gaya kepemimpinannya sangat strategis lantaran memiliki peran memastikan operasional berjalan dengan baik sejak awal pembentukan lembaga tersebut.
(hap)