- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Lensa Berbicara: Rupiah Kian Melemah, Dolar AS Tembus Level Rp18.000
Jakarta, tvOnenews.com - Nilai tukar rupiah kembali mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), kurs rupiah dilaporkan menembus level Rp18.000 per Dolar AS, menandai tekanan yang terus berlanjut terhadap mata uang domestik dalam beberapa bulan terakhir.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Pelemahan rupiah ini menjadi perhatian pelaku pasar dan pemerintah karena berpotensi memengaruhi berbagai sektor perekonomian nasional. Sejumlah pengamat menilai depresiasi nilai tukar dapat meningkatkan biaya impor, terutama untuk bahan baku industri, energi, dan barang modal yang masih bergantung pada pasokan luar negeri.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Di sektor perdagangan, perusahaan yang mengandalkan bahan baku impor diperkirakan menghadapi kenaikan biaya produksi. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga barang dan jasa di dalam negeri. Sementara itu, dunia usaha juga menghadapi tantangan tambahan dalam menjaga stabilitas operasional di tengah fluktuasi nilai tukar.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Pelemahan rupiah juga dinilai dapat memengaruhi iklim investasi. Investor cenderung mencermati stabilitas ekonomi makro dan pergerakan kurs sebelum mengambil keputusan investasi. Ketidakpastian nilai tukar berpotensi meningkatkan risiko investasi, khususnya bagi sektor yang memiliki kewajiban pembayaran dalam mata uang asing.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Di sisi masyarakat, melemahnya rupiah diperkirakan dapat menekan daya beli akibat potensi kenaikan harga sejumlah barang, terutama produk impor. Jika tekanan inflasi meningkat, pengeluaran rumah tangga berisiko bertambah, sementara kemampuan konsumsi masyarakat dapat tergerus.
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Meski demikian, sejumlah ekonom menilai dampak pelemahan rupiah akan sangat bergantung pada durasi dan tingkat volatilitas yang terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Mereka berharap stabilitas ekonomi global dan kondisi domestik yang kondusif dapat membantu meredam tekanan terhadap mata uang nasional.(jts/raa)