- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Pelantikan Nanik S Deyang Cs sebagai Pimpinan BGN Digelar Pekan Depan
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah memastikan Nanik S Deyang telah resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), meski prosesi pelantikan secara seremonial belum dilaksanakan.
Istana Kepresidenan mengungkapkan pelantikan Nanik bersama dua wakil Kepala BGN yang baru dijadwalkan berlangsung pekan depan.
Penundaan tersebut dilakukan agar jajaran pimpinan baru dapat lebih dulu berkonsentrasi melakukan pembenahan internal di tubuh BGN setelah pergantian kepemimpinan yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah sengaja memberikan ruang kepada pimpinan baru BGN untuk fokus menjalankan tugas-tugas perbaikan sebelum pelantikan resmi digelar.
- dok. Setpres
“Oh pelantikannya? Baik, berkenaan dengan masalah pelantikan, kami agendakan di minggu depan,” jelas dia, di Ruang Pers Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (5/6/2026).
Prasetyo menjelaskan, masa transisi kepemimpinan saat ini menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola lembaga yang mengemban salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo, yakni Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Karena kita semua berpikir bahwa beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dahulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di Badan Gizi Nasional kita,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa roda organisasi BGN tetap berjalan normal pasca-keputusan Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN serta memberhentikan dua wakil kepala sebelumnya, yakni Lodewijk Freidrich Paulus dan Sony Sanjaya.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN, didampingi Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Meski belum mengucapkan sumpah jabatan dalam prosesi pelantikan resmi, Prasetyo menegaskan ketiga pimpinan baru tersebut telah memiliki legitimasi hukum penuh untuk menjalankan tugas dan mengambil keputusan strategis di lingkungan BGN.
“Kalau secara administratif hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan Badan Gizi Nasional semenjak keputusan Presiden ditetapkan gitu,” tandas dia. (agr/muu)