news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda.
Sumber :
  • Instagram @s_tjo

3 Cara Gubernur Sherly Tjoanda Bikin Pertumbuhan Ekonomi Malut Tembus 19,6 Persen

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda secara terbuka mengklaim bahwa rentetan proyek hilirisasi nikel berskala besar telah sukses memberikan dampak positif yang
Minggu, 7 Juni 2026 - 14:02 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda secara terbuka mengklaim bahwa rentetan proyek hilirisasi nikel berskala besar telah sukses memberikan dampak positif yang masif bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Maluku Utara (Malut).

Pernyataan bernada optimistis tersebut ia paparkan secara langsung saat menghadiri sesi diskusi panel bertajuk 'Responsible Downstreaming at Scale: Lessons from North Maluku' yang digelar di Jakarta pada Rabu (3/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Sherly menuturkan bahwa rapor pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara berhasil mencatatkan angka fantastis hingga menembus 34% secara year-on-year (yoy) sepanjang tahun 2025 lalu.

Sherly Tjoanda, Gubernur Maluta
Sumber :
  • Instagram @s_tjo

Sementara itu, tren positif tersebut terus terjaga hingga kuartal I/2026 dengan torehan pertumbuhan ekonomi di angka 19,6% (yoy).

"Pertumbuhan ini telah menciptakan lapangan kerja, menarik investasi, membangun infrastruktur industri, dan menghubungkan Maluku dengan rantai pasok global kendaraan listrik dan baja tahan karat," urai Sherly Tjoanda membeberkan dampak nyata industrialisasi di wilayahnya.

Kendati mencatatkan angka pertumbuhan yang mentereng, Sherly memberikan catatan kritis bahwa lompatan ekonomi tersebut hanya akan menjadi kepuasan semu di atas kertas jika dampak kesejahteraannya tidak dirasakan secara langsung oleh masyarakat Maluku Utara secara luas.

Oleh sebab itu, ia menaruh harapan besar agar peta jalan (roadmap) proyek hilirisasi nikel di Maluku Utara ke depannya wajib menggeser fokus utama pada upaya pemenuhan asas manfaat bagi masyarakat akar rumput.

Salah satu indikatornya adalah dengan mendorong terjadinya migrasi kelas pekerja lokal dari sektor pekerjaan dasar (unskilled) menuju ke posisi yang jauh lebih terampil (skilled labor).

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos (tengah)
Sumber :
  • Instagram/@s_tjo

Artinya, setiap investor yang menanamkan modalnya untuk proyek hilirisasi diwajibkan ikut andil dan bertanggung jawab dalam mengembangkan sektor pendidikan kejuruan di Provinsi Maluku Utara.

"Kami berharap lebih banyak masyarakat lokal beralih dari pekerjaan dasar ke posisi terampil, dari staf menjadi teknisi, pengawas, insinyur, dan manajer," tegas Sherly.

Tiga Strategi Utama Sherly Tjoanda untuk Naik Kelas

Lebih lanjut, Gubernur Maluku Utara ini menjabarkan tiga langkah taktis yang harus dipenuhi oleh para pelaku industri untuk mengerek ekonomi riil daerah:

Pertama, Pelibatan Vendor Lokal: Investor wajib melibatkan pelaku bisnis lokal dalam rantai pasok operasional bisnis inti mereka.

Cakupan ini meliputi kerja sama di bidang perawatan mesin (maintenance), penyediaan peralatan keselamatan kerja, jasa katering, sistem logistik, hingga jasa pencucian pakaian (laundry). Langkah ini dinilai efektif agar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat bisa naik kelas.

Kedua, Pemerataan Infrastruktur Sosial: Pertumbuhan sektor industri manufaktur harus mampu menopang perbaikan fasilitas publik yang esensial, mulai dari akses layanan kesehatan, mutu pendidikan, jaringan jalan, jembatan, pelabuhan, ketersediaan air bersih, hingga pemerataan akses digital.

Ketiga, Orientasi Pendapatan Rumah Tangga: Indikator keberhasilan hilirisasi tidak boleh hanya diukur dari tingginya capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atau target pertumbuhan PDB, melainkan harus linier dengan peningkatan pendapatan riil yang masuk ke dompet masyarakat, petani, dan nelayan secara langsung.

"Hilirisasi hanya akan benar-benar berhasil jika kita menciptakan tidak hanya PDB yang lebih tinggi, tetapi juga pendapatan rumah tangga yang lebih tinggi, kemiskinan yang lebih rendah, pengangguran yang lebih rendah, pendapatan petani dan nelayan yang lebih tinggi, serta komunitas lokal yang lebih kuat," pungkas Sherly Tjoanda.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:03
01:30
01:38
04:38
05:50
03:19

Viral