news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

ILUSTRASI - Gempa.
Sumber :
  • Shutterstock

Terasa Sampai Sulut, BMKG Sebut Gempa Magnitudo 7,7 di Mindanao-Filipina Akibat Subduksi Lempeng

BMKG memberikan penjelasan soal gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB.
Senin, 8 Juni 2026 - 09:04 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan soal gempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa tektonik tersebut diakibatkan aktivitas subduksi lempeng.

"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," ujarnya, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan hasil analisis mekanisme sumber, gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa yang terjadi di Mindanao, Filipina, terasa di berbagai wilayah di Indonesia.

Di Kota Morotai, Halmahera Utara, gempa tersebut terasa dengan skala intensitas IV MMI. Di Kabupaten Gorontalo Utara gempa terasa dengan skala intensitas III-IV MMI.

Di Batang Dua, Ternate, Halmahera Barat, Gorontalo, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Parigi Moutong, Manado, Minahasa, Palu, Bitung, Bolaang Mongondow Timur dan Halmahera Tengah gempa terasa dengan skala intensitas III MMI. 

Adapun berdasarkan hasil pemodelan, gempa tersebut berpotensi tsunami dengan status siaga di Kabupaten Minahasa, Bolaang Mongondow, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Selatan, Buol, Kepulauan Sangihe, Gorontalo, Kepulauan Talaud, Kepulauan Minahasa, Toli-Toli, Kota Palu, Donggala, Kota Ternate dan Kota Bitung.

Sementara itu, Kota Tidore, Bulungan, Nunukan, Halmahera, Kota Tarakan, Halmahera Utara, Kutai Timur, Minahasa Selatan, Kota Bontang dan Berau berstatus waspada. (ant/nsi)

 
 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:30
01:19
01:35
01:03
01:30
01:38

Viral