- Setpres
Profil Said Iqbal yang Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden, Ini Tugas Baru Bos Partai Buruh di Kabinet
Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Prabowo Subianto melaintik Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana Negara pada Senin (8/6/2026).
Selain melantik Said Iqbal, Presiden Prabowo juga akan mengukuhkan Nanik S Deyang sebagai pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN).
Dalam jabatan barunya di Kabinet Merah Putih, Said Iqbal akan mendampingi Presiden dalam menangani berbagai isu ketenagakerjaan dan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Penunjukan tokoh serikat pekerja ini dinilai dianggap komitmen pemerintah untuk terus memberi perhatian terhadap persoalan dunia kerja.
Said Iqbal mengaku bergabung ke dalam Kabinet Merah Putih merupakan keputusan yang sudah dibahas bersama para buruh.
Dia menegaskan bahwa dia akan berupaya memperjuangkan hak-hak buruh dari dalam tubuh pemerintahan.
“Setelah kami diskusikan di KSPI khususnya dan kawan-kawan buruh, kami memutuskan untuk juga berjuang melalui dalam,” jelas dia, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (8/8/2026).
Presiden Partai Buruh ini menegaskan Presiden Prabowo Subianto berpihak kepada kaum rakyat kecil.
Said Iqbal saat ini menjabat sebagai Presiden Partai Buruh periode 2021–2026. Selain itu, ia juga memimpin Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Di KSPI, Said Iqbal terpilih secara aklamasi sebagai presiden untuk periode 2017–2022. Ia lahir di Jakarta pada 5 Juli 1968. Pendidikan tingginya ditempuh di Politeknik Universitas Indonesia jurusan Teknik Mesin, kemudian melanjutkan studi Sarjana Teknik Mesin di Universitas Jayabaya. Setelah itu, ia meraih gelar Magister Ekonomi dari Universitas Indonesia.
Perjalanan Said Iqbal di dunia perburuhan dimulai sejak 1992. Saat itu, ia memimpin organisasi pekerja di sebuah perusahaan elektronik yang berlokasi di Bekasi.
Setelah era reformasi membuka kebebasan pembentukan serikat pekerja tanpa harus berafiliasi dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Said Iqbal bersama sejumlah aktivis buruh mendirikan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI).
Di organisasi tersebut, ia menjabat Sekretaris Jenderal pada periode 1999–2006. Setelahnya, Said Iqbal dipercaya memimpin FSPMI sebagai presiden hingga sekarang.