- istimewa - antaranews
Buntut Viralnya Dugaan Pesta GAY di THM Karawang, Kapolres: Lokasi Sudah Ditutup!
Karawang, tvOnenews.com - Kapolres Karawang, AKBP Fiki Novian Ardiansyah
angkat bicara soal viralnya dugaan pesta GAY di Tempat Hiburan Malam Karawang, (THM Karawang), Jabar, yang menyedot perhatian hingga menuai komentar publik hingga Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan.
Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah jelaskan, bahwa Polres Karawang berkomitmen menjalankan perintah Kapolri untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat serta membuat warga nyaman.
Maka, kata dia, terkait kabar tersebut, pihaknya sudah koordinasi dengan pihak pemerintahan daerah setempat.
"Bahkan, lokasinya saat ini, sudah ditutup oleh Satpol PP," ucap Kapolres Karawang AKBP Fiki Novian Ardiansyah kepada tvOnenews.com, Senin (8/6/2026).
Selain itu, ia juga menjelaskan, bahwa saat ini sedang koordinasi dengan Kejari untuk Langkah selanjutnya.
Dalam hal ini juga, ia sangat mengutuk keras perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum di wilayahnya.
Sebelumnya diberitakan, terkait viralnya sebuah video di media sosial soal dugaan aksi pesta gay di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Karawang, Jawa Barat. Sontak, kabar itu menyedot perhatian publik hingga menuai komentar netizen.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan mengecam keras apabila dugaan tersebut terbukti dan meminta Polisi agar kasus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Dalam video yang beredar, terlihat sejumlah pria berjoget dan saling berpelukan di tengah iringan musik disko.
Rekaman tersebut kemudian menjadi perbincangan warganet dan memunculkan beragam tanggapan di media sosial.
Menanggapi viralnya video tersebut, Erwan Setiawan mengaku telah mengetahui informasi yang beredar di masyarakat.
Menurutnya, penanganan kasus saat ini telah dilakukan oleh pihak kepolisian, khususnya Polres Karawang.
Erwan menegaskan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) mengutuk keras apabila ditemukan adanya aktivitas yang melanggar aturan.
Ia berharap proses penanganan kasus dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
"Dan meminta para kepala daerah di Jawa Barat untuk meningkatkan pengawasan melalui dinas terkait terhadap berbagai aktivitas yang dinilai bertentangan dengan ketentuan yang berlaku," kata Erwan Setiawan di Bandung, Senin (8/6/2026).
Bahkan, ia mengimbau masyarakat agar tidak bertindak main hakim sendiri dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada aparat penegak hukum.
"Penanganan kasus saat ini sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. Kami mengutuk keras apabila memang terbukti ada pelanggaran aturan. Kami berharap ada efek jera dan kejadian serupa tidak terulang kembali," ucapnya. (aag)