news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono.
Sumber :
  • Istimewa

Wakil Ketua MPR RI Dorong Penguatan E-Sports Nasional Sebagai Motor Ekonomi Digital dan Prestasi Bangsa

Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menekankan pentingnya penguatan ekosistem e-sports nasional sebagai bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi digital dan peningkatan prestasi generasi muda Indonesia.
Selasa, 9 Juni 2026 - 13:57 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono, menekankan pentingnya penguatan ekosistem e-sports nasional sebagai bagian dari strategi besar pengembangan ekonomi digital dan peningkatan prestasi generasi muda Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pada Diskusi Kebangsaan bertema “E-Sports Nasional & Asian Games: Prestasi, Talenta, dan Ekonomi Digital Bangsa” yang dihadiri oleh pengurus PB ESI, pelatih, atlet nasional, serta perwakilan tim e-sports Indonesia pada Senin (8/6/2026) di Jakarta.

Dia meyakini e-sports kini telah berevolusi dari sekadar hobi menjadi sebuah profesi dan cabang prestasi yang diakui secara global.

“E-sports bukan lagi sekadar hobi. E-sports adalah prestasi, e-sports adalah profesi, dan e-sports adalah bagian dari ekonomi digital nasional,” tegas Ibas dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Ia juga menyoroti besarnya potensi Indonesia dalam sektor digital, dengan lebih dari 210 juta pengguna internet yang mayoritas merupakan generasi muda.

Menurutnya, kondisi ini menjadi modal besar untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan utama e-sports dunia.

Kehadiran e-sports dalam ajang Asian Games disebut sebagai bukti bahwa dunia olahraga telah memasuki era baru, di mana kompetisi tidak hanya berlangsung di arena fisik, tetapi juga di ruang digital.

Dalam konteks global, ia mengapresiasi negara-negara yang telah lebih dahulu membangun ekosistem e-sports yang kuat seperti Korea Selatan, Denmark, dan Tiongkok.

Figur-figur seperti “Faker” Lee Sang-hyeok dan “N0tail” Johan Sundstein disebut sebagai bukti nyata bahwa ekosistem yang terbangun dengan baik mampu melahirkan juara dunia.

Meski demikian, Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur VII Fraksi Partai Demokrat tersebut menegaskan bahwa Indonesia tidak kekurangan talenta.

Atlet e-sports nasional telah menunjukkan prestasi di berbagai ajang internasional, namun masih diperlukan penguatan ekosistem yang berkelanjutan.

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan, karena sejak 2018, atlet-atlet e-sports Indonesia telah menyumbangkan total 18 medali emas, 10 medali perak, dan 10 medali perunggu dalam berbagai ajang internasional, baik single event maupun multi-event.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki talenta yang mampu bersaing di tingkat dunia apabila didukung oleh ekosistem yang kuat dan berkelanjutan.

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama PB ESI disebut terus memperkuat pembinaan, mulai dari pemusatan latihan nasional, sertifikasi pelatih, kompetisi berjenjang, hingga pengembangan akademi e-sports.

Saat ini, liga e-sports nasional telah menjaring lebih dari 126.000 atlet dari seluruh Indonesia.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih perlu diatasi, antara lain ketidakmerataan pembinaan daerah, keterbatasan pelatih profesional, infrastruktur digital, serta stigma terhadap e-sports di sebagian masyarakat.

Untuk itu, ia memastikan perlunya langkah strategis berupa perluasan akademi daerah, penguatan sport science, percepatan infrastruktur digital, serta kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, DPR, industri, dan PB ESI.

Sebagai Wakil Ketua MPR RI dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro juga menegaskan komitmennya untuk terus mendorong e-sports sebagai bagian dari strategi nasional pengembangan talenta dan ekonomi digital Indonesia.

“Kita tidak boleh hanya menjadi pasar. Kita harus menjadi produsen talenta digital dunia,” ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN tersebut turut berpesan kepada para atlet untuk terus berlatih dengan disiplin, strategi, dan semangat juang tinggi sebagai investasi masa depan bangsa.

Sementara itu, Wakil Ketua Harian II PB ESI, Irjen Pol. (Purn.) Dr. Benone Jesaja Louhenapessy, menambahkan sejak 2018, atlet esports Indonesia telah menyumbangkan 18 medali emas, 10 medali perak, dan 10 medali perunggu pada berbagai ajang internasional.

Namun demikian, persiapan menuju Asian Games masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari belum dimulainya pelatnas, kebutuhan training camp internasional, keterbatasan peralatan pertandingan berstandar tinggi, hingga kebutuhan pendanaan bagi pelatih dan tenaga keolahragaan.

Sementara itu, Marwan Cik Asan menilai esports merupakan salah satu sektor masa depan Indonesia yang memiliki potensi ekonomi sangat besar dan membutuhkan dukungan regulasi lintas komisi di DPR RI agar dapat berkembang secara optimal.

“Kita ingin membangun ekosistem yang mandiri dan berkelanjutan. Esports bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang masa depan generasi muda Indonesia dan kebanggaan bangsa di tingkat global,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan ajakan memperkuat persatuan, integritas pembinaan, dan komitmen bersama dalam mengembangkan prestasi e-sports Indonesia menuju panggung dunia.

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:07
06:35
02:22
00:51
00:54
00:47

Viral