- Zainal-tvOne
Siswa SMA di Surabaya Tewas Dikeroyok Perkara Sandal Crocs Rp1,Juta, Sang Kakak Sebut Adiknya Dijebak
Jakarta, tvOnenews.com - Memilukan, siswa SMAN 11 Surabaya berinisial TJK tewas dikeroyok empat orang perkara sandal Crocs Rp1,5 juta.
TJK diketahui merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Dia kehilangan kedua orang tuanya sejak duduk di bangku SMP.
Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Aditya Herlambang mengatakan keempat pelaku telah diamankan. Keempat pelaku itu berinisial CJF, AAY, KVRL dan RU.
"Kami sedang mendalami peran dan motif masing-masing pelaku dalam peristiwa ini," katanya dikutip Kamis (11/6/2026).
Aditya mengatakan keempatnya sudah ditahan dan akan diproses hukum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Terpisah, Hana Novia Kristiani selaku kakak TJK mengatakan adiknya ini dijebak oleh pelaku. Hana lantas menjelaskan peristiwa nahas yang dialami adiknya.
Peristiwa ini bermula dari hilangnya sandal Crocs yang diklaim seharga jutaan rupiah.
Adapun peristiwa ini terjadi pada Mei 2026 lalu. TJK diketahui tanpa sengaja memakai sandal Crocs milik salah satu pelaku saat berkunjung ke rumah seorang teman.
Namun, sandal itu hilang tanpa diduga sehingga pemiliknya menuntut ganti rugi. Mengetahui hal itu, dia memberi adiknya uang untuk membeli sandal pengganti.
Menurut Hana, adiknya juga sudah menyerahkan sandal baru kepada pihak yang menuntut ganti rugi tersebut.
Dia mengira persoalan soal sandal ini sudah selesai. Akan tetapi, dugaannya tak sesuai kenyataan.
"Adik saya info ke saya bahwa si pelaku meminta ganti rugi. Saya sudah kasih uang untuk ganti rugi dan adik saya sudah mengganti dengan sandal baru. Jadi saya menganggap tidak ada utang piutang," ujar Hana.
Hana mengatakan pelaku menolak sandal pengganti yang diserahkan TJK karena adanya selisih harga yang sangat jauh.
Pemilik mengklaim harga sandalnya seharga Rp1,5 juta, sedangkan TJK menggantinya dengan sandal sekitar Rp200-300 ribu.
Hana mengaku ragu dengan klaim harga sandal tersebut karena tidak pernah melihat barang asli maupun bukti pembeliannya.
Tanpa diketahui ternyata permasalahan ini ternyata diselesaikan secara fisik. TJK diajak bertarung satu lawan satu, tapi ternyata ajakan itu merupakan jebakan.
Hana menyebut bukan hanya ada satu orang di lokasi yang telah disepakati, tapi beramai-ramai.
Berdasarkan keterangan saksi, salah satu pelaku memiliki julukan "Klipet".
Perkelahian terjadi hingga korban terluka parah di bagian kepala. Dia sempat dilarikan ke Klinik dr. Danu sebelum dirujuk ke RSUD dr. Soetomo.
Takdir berkata lain. Kondisi korban terus memburuk setelah menjalani pemeriksaan dan operasi.
Korban mengalami pendarahan pascaoperasi hingga akhirnya meninggal dunia.
(zaz/nsi)