- istimewa
Densus 88 Riau Gandeng 1.972 Guru Cegah Terorisme, Kombes Sunadi: Generasi Muda Butuh Vaksinasi Ideologi
Riau, tvOnenews.com - Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror Polri terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) melalui pendekatan edukatif yang menyasar generasi muda.
Bahkan, melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan), puluhan ribu pelajar di Provinsi Riau mendapatkan penguatan wawasan kebangsaan sebagai bentuk “vaksinasi ideologi” terhadap berbagai pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.
Program tersebut telah dilaksanakan di 83 sekolah yang berada di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak, dengan menjangkau 38.046 siswa, 1.972 guru, 135 guru Bimbingan Konseling (BK), serta 66 kepala sekolah.
Dalam hal ini, Kasatgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Sunadi jelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pencegahan yang dikedepankan oleh Densus 88 AT Polri melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah daerah, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.
Selain itu, kata Kombes Pol Sunadi, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang memungkinkan berbagai ideologi menyebar tanpa batas ruang dan waktu.
Menurutnya, kelompok intoleran dan ekstremis kerap memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan propaganda, ujaran kebencian, serta narasi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan.
"Oleh karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui penguatan karakter dan wawasan kebangsaan para pelajar."
“Kalau tubuh membutuhkan vaksin untuk mencegah penyakit, maka generasi muda juga membutuhkan vaksinasi ideologi agar memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui Program RATAKAN, kami berupaya membangun imunitas kebangsaan para pelajar agar tidak mudah terpapar narasi kebencian, intoleransi, radikalisme, maupun ekstremisme,” ujar Kombes Pol Sunadi kepada tvOnenews.com, saat dihubungi, pada Jumat (12/6/2026).
Lanjutnya menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya IRET, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, wawasan kebangsaan, moderasi beragama, serta pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.