news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Densus 88 Riau Gandeng 1.972 Guru Cegah Terorisme, Kombes Sunadi: Generasi Muda Butuh Vaksinasi Ideologi.
Sumber :
  • istimewa

Densus 88 Riau Gandeng 1.972 Guru Cegah Terorisme, Kombes Sunadi: Generasi Muda Butuh Vaksinasi Ideologi

Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror Polri terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) melalui
Jumat, 12 Juni 2026 - 14:31 WIB
Reporter:
Editor :

Riau, tvOnenews.com - Satgaswil Riau Densus 88 Anti Teror Polri terus memperkuat upaya pencegahan penyebaran paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) melalui pendekatan edukatif yang menyasar generasi muda. 

Bahkan, melalui Program RATAKAN (Riau Tangkal Ancaman dan Kembangkan Nilai Kebangsaan), puluhan ribu pelajar di Provinsi Riau mendapatkan penguatan wawasan kebangsaan sebagai bentuk “vaksinasi ideologi” terhadap berbagai pengaruh yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila.

Program tersebut telah dilaksanakan di 83 sekolah yang berada di Kota Pekanbaru dan Kabupaten Siak, dengan menjangkau 38.046 siswa, 1.972 guru, 135 guru Bimbingan Konseling (BK), serta 66 kepala sekolah.

Dalam hal ini, Kasatgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Sunadi jelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi pencegahan yang dikedepankan oleh Densus 88 AT Polri melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah daerah, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memperkuat ketahanan masyarakat terhadap ancaman intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Selain itu, kata Kombes Pol Sunadi, generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang memungkinkan berbagai ideologi menyebar tanpa batas ruang dan waktu.

Menurutnya, kelompok intoleran dan ekstremis kerap memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan propaganda, ujaran kebencian, serta narasi yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan. 

"Oleh karena itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui penguatan karakter dan wawasan kebangsaan para pelajar."

“Kalau tubuh membutuhkan vaksin untuk mencegah penyakit, maka generasi muda juga membutuhkan vaksinasi ideologi agar memiliki daya tahan terhadap berbagai pengaruh yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui Program RATAKAN, kami berupaya membangun imunitas kebangsaan para pelajar agar tidak mudah terpapar narasi kebencian, intoleransi, radikalisme, maupun ekstremisme,” ujar Kombes Pol Sunadi kepada tvOnenews.com, saat dihubungi, pada Jumat (12/6/2026).

Lanjutnya menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memberikan pemahaman mengenai bahaya IRET, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan berpikir kritis, literasi digital, wawasan kebangsaan, moderasi beragama, serta pemahaman mengenai nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Selain menyasar pelajar, program ini juga melibatkan guru, guru BK, dan kepala sekolah sebagai mitra strategis dalam membangun sistem deteksi dini di lingkungan Pendidikan," bebernya. 

Menurutnya, sekolah memiliki posisi yang sangat penting dalam membentuk karakter generasi muda sekaligus menjadi benteng pertama dalam mencegah masuknya paham yang bertentangan dengan ideologi negara.

Selain itu, kata dia, bahwa keberhasilan penanggulangan terorisme tidak hanya diukur dari keberhasilan penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana terorisme, tetapi juga dari keberhasilan mencegah lahirnya generasi yang rentan terpapar ideologi kekerasan.

“Pencegahan adalah investasi jangka panjang. Ketika pelajar memiliki pemahaman yang baik tentang toleransi, kebangsaan, dan nilai-nilai Pancasila, maka mereka akan menjadi agen perdamaian yang mampu menjaga persatuan bangsa di masa depan,” tegasnya.

Program RATAKAN juga menjadi bagian dari upaya membangun Lingkungan Pancasila, yaitu lingkungan sosial yang menjunjung tinggi toleransi, gotong royong, persatuan, penghormatan terhadap keberagaman, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan atas nama ideologi maupun agama.

Melalui kolaborasi antara Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri, Pemerintah Provinsi Riau, dunia pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa, diharapkan terbentuk generasi muda yang cerdas, berkarakter, toleran, dan memiliki ketahanan terhadap berbagai ancaman ideologi yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Capaian Program RATAKAN sebagai berikut. 

Wilayah Pelaksanaan

•    Kota Pekanbaru
•    Kabupaten Siak

Jumlah Capaian

•    83 Sekolah
•    38.046 Siswa
•    1.972 Guru
•    135 Guru BK
•    66 Kepala Sekolah

Program ini merupakan wujud nyata komitmen Satgaswil Riau Densus 88 AT Polri dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berwawasan kebangsaan sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045. (aag)
 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

00:56
01:32
01:41
01:29
06:21
01:48

Viral