- Antara
Pertamax Naik, Ekonom Bongkar Beban Dana Talangan Pertamina: Tak Bisa Terus Menahan Harga
Yayan mengungkapkan masyarakat selama beberapa bulan terakhir masih menikmati harga Pertamax yang relatif lebih rendah karena Pertamina menanggung selisih harga melalui dana talangan. Namun, mekanisme tersebut hanya menunda beban biaya yang pada akhirnya tetap harus diselesaikan.
Berdasarkan perhitungannya, harga keekonomian Pertamax saat ini berada pada kisaran Rp14.150 hingga Rp16.650 per liter. Karena itu, harga baru yang ditetapkan pemerintah masih berada dalam rentang perhitungan yang sesuai dengan formula resmi.
“Pemerintah menetapkan di sekitar Rp16.250. Jadi memang kalau menggunakan rumus Kepmen ESDM tadi, harganya memang kurang lebih di situ,” katanya.
Ia menjelaskan, dana talangan yang digunakan Pertamina tidak menghapus beban keuangan, melainkan hanya menggeser waktu pembayaran. Pada akhirnya, selisih harga tersebut akan masuk dalam skema kompensasi yang harus diperhitungkan pemerintah.
“Kalau sekarang Pertamina punya klaim bahwa nanti akan mendapat kompensasi, ya kompensasi itu pasti ditagihkan ke pemerintah,” kata Yayan.
Karena itu, mempertahankan harga Pertamax terlalu lama di bawah harga keekonomian justru berpotensi memperkecil penerimaan negara sekaligus melemahkan posisi keuangan Pertamina.
“Kalau investor melihat kondisi keuangan Pertamina memburuk, tentu minat investasi di sektor migas Indonesia juga akan ikut turun,” tegasnya. (agr/cmi)