- Antara
Sentuhan Dedi Mulyadi di Pasar Baru Cikarang: Dari Perbaikan Aspal hingga Revitalisasi 2027
Jakarta, tvOnenews.com - Langkah cepat diambil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk membenahi kondisi Pasar Baru Cikarang yang berlokasi di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Dalam kunjungan keduanya pada Sabtu (13/6), Gubernur memastikan adanya bantuan perbaikan melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) selama masa transisi penataan pasar.
Gubernur Dedi menegaskan bahwa dukungan pembiayaan tersebut berasal dari Bank BJB. Dalam prosesnya, pemerintah akan menggandeng pihak pedagang untuk memastikan perbaikan berjalan tepat sasaran.
"Kami dukung lewat program CSR dari Bank BJB. Pelaksanaannya melibatkan forum pedagang serta tim internal yang akan dibentuk pemerintah provinsi," ujar Dedi Mulyadi saat meninjau lokasi pasar.
Fokus utama perbaikan ini meliputi penataan estetika dan fungsionalitas pasar agar tidak lagi memicu kemacetan lalu lintas.
Dedi Mulyadi menyoroti pentingnya perbaikan trotoar dan area halaman pasar yang akan dikerjakan menggunakan aspal hotmix atau paving block.
"Trotoar kita perbaiki supaya terlihat lebih rapih. Kemudian halaman pasar dengan perbaikan aspal hotmix maupun paving block yang nantinya bisa dijadikan area parkir kendaraan para pembeli maupun untuk bongkar muat komoditas sayuran," jelasnya.
Sejalan dengan arahan Gubernur, Pemerintah Kabupaten Bekasi turut bergerak untuk melakukan pembersihan besar-besaran, terutama pada area bawah pasar yang saat ini dipenuhi tumpukan sampah.
Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, menyatakan bahwa setelah area tersebut bersih, akan dilakukan pengecatan ulang bangunan.
"Nanti kita rapikan terlebih dahulu bagian bawah pasar, termasuk membersihkan area yang kurang tertata dan memperbaiki tampilan bangunan agar lebih baik dari sebelumnya," kata Asep.
Pemerintah setempat berencana merelokasi pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan ke dalam gedung pasar.
Penataan akan dibagi menjadi dua zona: pedagang sayur dan pakaian di lantai bawah, sementara lantai atas diproyeksikan menjadi sentra kuliner (food court).
Meskipun perbaikan jangka pendek sedang digalakkan, Pemkab Bekasi tetap menyiapkan agenda jangka panjang, yakni revitalisasi total pada tahun 2027.
Saat ini, penyusunan Detail Engineering Design (DED) terus dimatangkan oleh instansi terkait.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bekasi, Gatot Purnomo, menjelaskan bahwa DED tersebut akan menyesuaikan dengan arahan Gubernur dan Bupati demi kebutuhan nyata di lapangan.
"DED dalam proses penyusunan. Berbagai masukan termasuk arahan dari Plt. Bupati Bekasi terkait konsep penataan pasar akan dituangkan dalam dokumen perencanaan tersebut sehingga hasil revitalisasi nanti sesuai kebutuhan di lapangan," terang Gatot.
Ia berharap, dengan sinergi antara Pemprov Jabar dan Pemkab Bekasi, Pasar Baru Cikarang dapat menjadi pusat ekonomi yang tertib.
"Kami berharap revitalisasi Pasar Baru Cikarang berjalan sesuai harapan sehingga aktivitas perdagangan menjadi lebih tertib, nyaman, dan tidak lagi menimbulkan kemacetan maupun gangguan lalu lintas di sepanjang Jalan Raya RE Martadinata," ujarnya. (ant/dpi)