news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kolase foto Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan coba sistem Bansos Digital.
Sumber :
  • Tangkapan layar

Luhut Daftar Bansos, Pendaftaran Ditolak Otomatis gara-gara Punya Mobil dan Tanah

Langkah modernisasi birokrasi terus digulirkan oleh pemerintah melalui penyempurnaan sistem penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis teknologi digital. Luhut
Senin, 15 Juni 2026 - 11:20 WIB
Reporter:
Editor :

Ilustrasi warga menerima bansos beras.
Sumber :
  • Istimewa

Setelah melewati proses pencocokan NIK hingga pemindaian biometrik AI, sistem secara otomatis menerbitkan status penolakan terhadap Luhut.

Layanan verifikasi digital tersebut membaca secara akurat alasan penolakan kelayakan Luhut, di antaranya karena ia tercatat memiliki lebih dari satu sertifikat tanah, memiliki lebih dari satu unit kendaraan roda empat, serta berada di luar garis desil yang layak menerima bansos.

Selain itu, sistem mendeteksi pendapatan Luhut berada di atas angka Rp1.082.072 per kapita per bulan, dengan daya listrik di rumah di atas 900 VA serta tingkat konsumsi melebihi 41,5 KWH per kapita per bulan.

Lebih lanjut, Luhut menuturkan bahwa sistem inovatif ini juga sangat adaptif dalam mengakomodasi dinamika perubahan data di lapangan. Apabila terjadi kekeliruan, masyarakat bisa memanfaatkan fitur sanggah secara mandiri untuk mengajukan keberatan.

Proses verifikasi sanggahan tersebut akan langsung dicocokkan ke pusat data, termasuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) milik Badan Pusat Statistik (BPS), dengan estimasi waktu hanya sekitar 15 menit.

“Praktis, cepat, dan transparan. Tidak perlu bertemu operator desa/kelurahan setempat,” imbuh Luhut memberikan poin plus.

Luhut menegaskan bahwa validitas data merupakan fondasi mutlak dalam tata kelola penyaluran bantuan sosial.

Pendekatan digitalisasi ini berjalan selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menuntut setiap pengambilan kebijakan strategis wajib berbasis pada data yang akurat.

“Tak terkecuali dalam pola pemberian bantuan sosial, ke depannya subsidi tidak akan diberikan kepada barang lagi, tetapi kepada individu yang menurut sistem layak menerimanya,” tegas Luhut.

Mantan Menko Marves ini mengaku sangat bangga lantaran arsitektur sistem Bansos Digital ini sepenuhnya dirancang dan dikembangkan oleh talenta-talenta digital dalam negeri.

Melalui pemanfaatan teknologi ini, efisiensi anggaran negara diyakini bisa dioptimalkan sekaligus mempersempit celah tindak pidana korupsi.

“Saya berharap sistem ini bisa di-roll out serentak secara nasional sesuai target pada Oktober-November mendatang,” pungkas Luhut optimistis terkait target peluncuran masal sistem baru tersebut. 

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

16:25
01:03
01:05
01:04
01:40
08:24

Viral