- tvOnenews.com Edit / YouTube tvOneNews
Harga Minyak Dunia Turun, DPR Minta Pemerintah Segera Turunkan Harga Pertamax
Jakarta, tvOnenews.com - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto meminta pemerintah segera menyesuaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax menyusul turunnya harga minyak dunia.
Dia menjelaskan harga BBM nonsubsidi memang mengikuti harga bahan baku utama, yakni minyak mentah dunia.
“Jadi, apakah harga Pertamax perlu segera disesuaikan? Menurut saya iya,” kata Sugeng di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2026).
Meski demikian, Sugeng mengatakan penurunan harga Pertamax tentu menyesuaikan faktor yang lain dan tidak bisa dilakukan mendadak. Salah satunya, nilai kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Di sisi lain, dia mengatakan harga minyak dunia masih belum stabil. Sejumlah analis memperkirakan harga rata-rata minyak hingga akhir tahun masih di kisaran US$80 per barel.
Sementara itu, dalam APBN 2026, asumsi Indonesian Crude Price (ICP) ditetapkan sebesar US70 per barel dengan kurs Rp16.500 per dolar AS.
“Harga minyak perlu mengendap pada level tertentu agar ada kepastian. Jangan sampai kita mengambil keputusan berdasarkan parameter yang belum stabil,” ungkap Sugeng.
Diberitakan sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa negaranya bersama Iran telah sepakat untuk mengakhiri perang di kawasan Timur Tengah.
“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai,” tulis Trump melalui Truth Social, Minggu (14/6/2026).
Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman tersebut akan diteken pada Jumat (19/6) di Swiss.
Dalam kesepakatan damai itu, Trump menegaskan akan membuka blokade di Selat Hormuz dan pelabuhan-pelabuhan di Iran usai nota kesepahaman ditandatangani.
Konflik AS-Iran ini membuat harga minyak dunia melonjak tinggi. Minyak mentah Brent mencapai sekitar 120 dolar AS per barel di perdagangan. Sebelum keduanya bersitegang, harga di pasar global hanya sekitar 70 dolar AS per barel.
Setelah pernyataan damai dari Donal Trump, harga minyak Brent merosot ke level 83,55 dolar AS per barel pada Senin (15/6). (saa/cmi)