- tvOneNews
Keluarga Korban Minta Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kawal Kasus Kematian Pejabat BKAD Purwakarta
Jakarta, tvOnenews.com - Pihak keluarga pejabat Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Purwakarta, Yogi Saleh (40) menyampaikan harapan kepada Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi.
Eka Yusup, sepupu Yogi Saleh meminta satu hal kepada Dedi Mulyadi. Gubernur Jabar diharapkan turut mengawal kasus kematian Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah BKAD Kabupaten Purwakarta.
"Kepada Bapak Aing, Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jabar tolong kasus kematian keluarga saya, kakak saya tolong dikawal," ujar Eka Yusup melalui saluran program Kabar Petang tvOne dikutip, Kamis (18/6/2026).
Alasan Keluarga Pejabat BKAD Purwakarta Berharap pada Dedi Mulyadi
- tvOneNews
Eka Yusup menyampaikan alasannya meminta Dedi Mulyadi mengawal kasus ini. Pihak keluarga sangat mencurigai terhadap kematian Yogi Saleh.
Menurut Eka, kematian pejabat BKAD Purwakarta itu sangat janggal. Pasalnya, korban selama ini tidak memiliki masalah apa pun dengan orang lain.
Selain itu, Eka mengungkap kepribadian korban. Yogi dikenal sangat baik dengan keluarga hingga para rekan-rekan kerjanya di lingkungan Pemkab Purwakarta.
"Ini keluarga mencurigai adanya kejanggalan. Kok begini jadinya karena kematian sepupu saya tidak wajar," terangnya.
Keluarga korban tidak menginginkan kasus kematian pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta itu terus berlarut-larut. Eka mengatakan, pihaknya berharap kejadian ini segera diselesaikan oleh pihak kepolisian.
"Saya percaya hukum di Indonesia, khususnya di Purwakarta ini bisa berjalan dengan maksimal sehingga kami keluarga yang ditinggalkan bisa mendapatkan kepastian hukum terkait sepupu saya yang sudah tiada," katanya.
Hingga kini, kata Eka, keluarga masih menunggu hasil uji forensik untuk mengungkap motif kematian Yogi Saleh yang diduga menyasar pada unsur pidana.
Kemudian, Eka menyampaikan, korban jarang mengalami sakit. Tentu pihak keluarga terkejut mendengar bahwa pejabat BKAD Purwakarta ditemukan tak bernyawa dalam kondisi bersimbah darah.
"Enggak pernah sakit, enggak ada kabar sakit apa-apa tapi tiba-tiba meninggal," jelasnya.
Kronologi Kasus Kematian Pejabat BKAD Purwakarta
Sebelumnya, Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP I Made Purwantara mengungkap kronologi awal mula kematian pejabat BKAD Purwakarta yang ditemukan tewas di Kampung Karangsari, Desa Citalang, Purwakarta, Minggu (14/6/2026).