- Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com
Pemerintah Gelontorkan Paket Stimulus Rp26,34 Triliun di Semester II
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menggelontorkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk semester II 2026 sebagai langkah antisipatif menghadapi ketidakpastian global yang dinilai masih membayangi perekonomian nasional.
Di tengah memanasnya berbagai dinamika geopolitik dunia, pemerintah memilih memperkuat daya beli masyarakat melalui bantuan pangan, insentif transportasi, hingga program magang dan vokasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah memandang kondisi ekonomi global masih berada dalam fase rentan sehingga diperlukan langkah intervensi untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik.
“Pemerintah menilai kondisi global masih rentan sehingga perekonomian domestik masih perlu dijaga,” ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Selasa (23/6/2026).
Paket stimulus tersebut dibagi ke dalam tiga klaster utama. Porsi terbesar diarahkan untuk sektor pangan dengan alokasi mencapai Rp18,04 triliun, disusul program magang dan vokasi sebesar Rp6,26 triliun, serta insentif transportasi senilai Rp2,04 triliun.
Airlangga menegaskan pemerintah terus mencermati perkembangan konflik internasional, terutama situasi di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi, perdagangan, dan stabilitas pasar keuangan dunia.
“Kita harus terus menjaga perekonomian domestik dengan langkah-langkah proaktif guna mengantisipasi risiko eksternal,” ucapnya.
Dalam sektor transportasi, pemerintah menyiapkan berbagai insentif untuk mendorong mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.
Sejumlah kebijakan yang telah diumumkan antara lain diskon tarif transportasi darat dan laut selama musim liburan sekolah, serta insentif transportasi udara pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Pemerintah juga memberikan berbagai relaksasi fiskal guna menekan biaya produksi industri. Salah satunya melalui kebijakan tarif impor nol persen untuk LPG dan bahan baku plastik yang diperkirakan memberikan manfaat ekonomi hingga Rp2,25 triliun.
“Tarif impor nol persen untuk bahan baku plastic diharapkan juga dapat membantu pelaku usaha yang menggunakan kemasan plastik,” ucap Airlangga.
Selain itu, tarif impor suku cadang pesawat juga dipangkas menjadi nol persen guna mendukung efisiensi dan daya saing industri penerbangan nasional.
Di sisi ketenagakerjaan, pemerintah melanjutkan program magang dan vokasi yang menyasar ratusan ribu peserta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas kesempatan kerja.