- TVR Parlemen
Menkes Colek Pemda Minta Anjing-Kucing Divaksin Rabies: Daripada Kegigit Duluan Biayanya Lebih Mahal!
Jakarta, tvOnenews.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meminta pemerintah daerah gencar melakukan vaksinasi rabies untuk anjing hingga kucing.
Hal itu disampaikan dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).
Dia menjelaskan sesuai rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), vaksinasi rabies untuk hewan dinilai lebih murah dan efektif untuk menekan kasus rabies pada manusia.
“Vaksin untuk anjingnya tuh cost-nya Rp50.000. Kalau vaksin manusianya cost-nya itu Rp650.000. Jadi 12 kali lipat lebih mahal,” ungkap Budi dalam paparannya.
“Apalagi kalau sudah benar-benar gigitannya parah, wah itu naiknya bisa jadi, berapa, hampir 100 kali lipat, lebih dari 100 kali lebih mahal biayanya,” lanjutnya.
Namun, Budi mengatakan pelaksanaan vaksinasi rabies untuk hewan terkendala birokrasi. Pasalnya, vaksinasi hewan bukan menjadi kewenangan Kemenkes.
“Tapi kan tetap perawat saya tuh nggak bisa menyuntik anjing,” ungkap Budi.
Dia menyebut kewenangan vaksinasi hewan berada di bawah Dinas Pertanian yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Budi mengungkap sudah dua kali berkoordinasi dengan Menteri Pertanian terkait hal ini. Akan tetapi, Kementerian Pertanian tidak memiliki kewenangan tersebut.
“Beliau juga mengalami kesulitan karena dinas-dinas kesehatan itu juga tidak di bawah Kementerian Pertanian kan, di bawah Pemda. Jadi jalur birokrasinya koordinasinya jadi memang agak rumit,” ungkapnya.
Dia mengatakan sudah pernah berkoordinasi dengan Gubernur Bali sebagai salah satu daerah dengan kasus rabies tertinggi di Indonesia.
“Saya bilang, ‘Sudah Pak Gub ini kan masalahnya nggak mahal, ya mungkin uang vaksinnya vaksin anjing itu bisa lah nanti kita cari-cari cara karena daripada dia sudah kegigit duluan, kan biaya lebih mahal dan lebih berisiko juga',” tutur Budi.
Selain itu, Kemenkes juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri agar cakupan vaksinasi rabies pada diperluas.
“Kita nanti mau coba dulu dengan beberapa kabupaten kota kalau berhasil nanti ngomong ke Pak Mendagri mungkin lebih efektif, karena tetap yang harus menyuntik itu adalah dari dinas pertanian,” pungkasnya. (saa/rpi)