- Kolase Istimewa & tvOnenews.com/Hilal Aulia Pasya
Soroti Kasus Penyekapan Wanita di Bandung Selama 3 Tahun, Ustaz Fatih Karim Geram dengan Taufik Hidayat: Biadab!
Meyakini Polisi Ringkus Taufik Hidayat
- Istimewa
Ustaz Fatih Karim mempercayai pihak aparat kepolisian bisa meringkus pelaku. Ia meyakini polisi dapat menyelesaikan kotak pandora dari kasus yang dianggap sangat keji ini.
"Saya mempercayai Kepolisian Republik Indonesia pasti bisa menangkap biadab si Taufik Hidayat ini," katanya.
Selain itu, Founder Cinta Quran Foundation tersebut juga menaruh harapan kepada pemerintah. Ia menginginkan pelaku dihukum seberat-beratnya guna tidak memakan korban lain di masa berikutnya.
"Pemerintah harus menghukum seberat-beratnya, sehingga tidak ada lagi manusia-manusia biadab seperti dia dan efeknya efek jera," tegasnya.
Bicara tentang Bahayanya Pacaran
Kemudian, Ustaz Fatih Karim memberikan sejumlah pesan tentang bahayanya pacaran. Fenomena kekerasan dalam hubungan asmara kerap kali terjadi di Indonesia.
Ia menambahkan, berbagai peristiwa ini juga sering berakhir tragis. Ia pun berharap agar tidak ada yang memutuskan untuk pacaran guna menghindari bahaya ini terulang lagi.
"Stop lah pacaran. Pacaran akan mendatangkan bahaya, pacaran akan mendatangkan laknat dari Allah. Pacaran itu tidak akan mendatangkan berkah, bahkan musibah," pesannya.
Ia tidak habis pikir beberapa kasus kekerasan dalam hubungan asmara kerap kali muncul dengan pola yang tidak jauh berbeda. Hal ini disebabkan berbagai motif sehingga dihantam oleh kekasihnya sendiri.
Di sisi lain, ia juga menyoroti peran keluarga. Menurutnya, betapa pentingnya kepedulian diberikan oleh keluarga kepada orang tersayangnya yang tidak ada kabar, bahkan mendadak hilang dalam kurun waktu lama.
"Kalau udah sehari dua hari nggak kelihatan, cari! Kok bisa tiga tahun dibiarkan? Saya nggak masuk akal," heran dia.
Ia menekankan betapa pentingnya komunikasi. Selain itu, perhatian terhadap sesama keluarga juga sangat dibutuhkan guna menghindari peristiwa yang sama.
"Banyak orang yang fisiknya sehat, tapi jiwanya sakit," ucapnya.
Dalam penutupnya, ia menyampaikan harapannya dari kasus dialami oleh YTR. Peristiwa ini memberikan pelajaran penting untuk semua pihak agar selalu was-was dan lebih memperhatikan antaranggota keluarga.
"Semoga kita semuanya bisa mengakhiri masalah seperti ini dan tidak akan pernah terjadi lagi," tukasnya.