- Antara
Dedi Mulyadi Desak Hukuman Terberat bagi Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis di Bandung
Jakarta, tvOnenews.com - Rasa geram tidak bisa disembunyikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menanggapi kasus penganiayaan brutal yang menimpa seorang wanita berinisial YTR (29).
Berbicara di Alun-alun Kabupaten Garut pada Rabu (24/6), pria yang akrab disapa KDM ini memaparkan betapa kejamnya luka yang diderita korban akibat perbuatan kekasihnya, TH (Taufik Hidayat).
Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa saat ini YTR tengah berjuang pulih di rumah sakit.
"Korban kehilangan kedua matanya, kehilangan sebagian bibirnya, melepuh badannya, kalau (hukuman) setimpal, berat banget itu," ujar Dedi Mulyadi.
Melihat dampak permanen yang dialami korban, Dedi Mulyadi menuntut agar proses hukum berjalan dengan sangat tegas.
Ia menekankan bahwa vonis yang dijatuhkan nantinya harus mencerminkan keadilan bagi penderitaan korban.
"Kita serahkan ke hakim yang memutuskan dengan perbuatan yang dilakukan, harus hukuman yang paling berat dari pasal yang ada," tegasnya kepada awak media.
Terkait proses penangkapan, Dedi juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian yang berhasil mengamankan pelaku setelah sempat menjadi buronan.
"Saya ucapkan terima kasih, tadi malam sudah saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Pak Kapolda, bahwa cepat sekali Taufik Hidayat bisa ditangkap," katanya.
Mengenai hadiah sayembara senilai Rp250 juta, Dedi menjelaskan bahwa peruntukannya perlu dikaji ulang.
Hal ini dikarenakan penangkapan dilakukan oleh institusi Polri, bukan oleh warga sipil.
"Sayembara diumumkan untuk warga yang menemukan, sekarang polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan, takut ada unsur yang melanggar karena ini aparat," ujarnya. (ant/dpi)