- Antara
Soroti Kasus Penyekapan Sadis di Bandung, Dedi Mulyadi Kritik Sikap Abai Masyarakat
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai tragedi penyekapan dan penganiayaan brutal yang terjadi di sebuah kos-kosan di Kabupaten Bandung merupakan imbas dari sikap abai masyarakat terhadap lingkungan sekitar.
Hal tersebut menyebabkan permasalahan tidak terdeteksi sejak dini dan baru mencuat setelah ramai di jagat maya.
"Akan peka ketika viral, itu cermin lingkungan abai terhadap peristiwa," tegas Dedi Mulyadi saat melakukan kunjungan kerja di Alun-alun Garut, Rabu (24/6).
Pria yang akrab disapa KDM ini menyoroti kasus kekejaman yang diduga dilakukan Taufik Hidayat (30) kepada YTR (29).
Ia menekankan bahwa masyarakat harus kembali menghidupkan kepekaan sosial, terutama dalam memantau identitas warga baru di wilayah masing-masing.
Menurutnya, penting bagi warga untuk berani memastikan status pasangan yang menempati tempat kos guna menghindari penyimpangan.
"Jadi, jangan sampai orang bermukim di suatu tempat, bukan pasangan suami istri, kok bisa, dan dibiarkan," lanjutnya.
Dedi juga mendorong pemanfaatan teknologi untuk memperkuat sistem wajib lapor 1x24 jam.
Ia mengusulkan agar pengurus RT/RW melakukan pendataan digital secara sederhana namun efektif terhadap pendatang.
"Harusnya itu (pelaku dan korban) terdata, yang datang difoto wajahnya, setelah itu masukin dalam data penduduk sementara," katanya.
Selain faktor lingkungan, Dedi Mulyadi memberikan peringatan keras kepada para orang tua agar lebih waspada dalam memantau keberadaan anak-anak mereka, khususnya anak perempuan.
"Orang tuanya juga ini, anak-anak perempuannya, jangan dilepas dengan bebas, kalau pergi ke luar daerah, jangan sampai sudah berbulan-bulan tidak diketahui rimbanya," pesan Gubernur Jabar tersebut. (ant/dpi)