news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Petugas kepolisian saat menggiring pelaku penganiayaan dan penyekapan terhadap seorang wanita yakni Taufik Hidayat.
Sumber :
  • ANTARA

Siapa Dadang Ahyar Ismail? Sosok di Balik Penangkapan Taufik Hidayat Tersangka Penyekapan Wanita Bandung Selama 3 Tahun

Sosok Dadang Ahyar Ismail merupakan mantan atasan Taufik Hidayat (30), tersangka penyekapan & penganiayaan wanita atau pacarnya, YTR di Bandung selama 3 tahun.
Rabu, 24 Juni 2026 - 21:47 WIB
Reporter:
Editor :

Bandung, tvOnenews.com - Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap wanita berinisial YTR (29), warga asal Rancaekek, Kabupaten Bandung oleh tersangka Taufik Hidayat (30) membuat nama Dadang Ahyar Ismail (53) mencuri perhatian publik.

Sosok Dadang Ahyar Ismail menjadi sorotan usai peristiwa tersangka Taufik Hidayat ditangkap polisi di tempat persembunyiannya di Majalaya, Kabupaten Bandung, Selasa (23/6/2026).

Dadang disebut sebagai sosok di balik momen penangkapan Taufik Hidayat. Pernyataan tersebut menguak kotak pandora tersangka penganiayaan dan penyekapan disebut menyerahkan diri di sebuah perumahan di kawasan Kabupaten Bandung.

Berdasarkan keterangannya di kediamannya di Ciparay, Kabupaten Bandung, Rabu (24/6/2026), Dadang merupakan mantan atasan Taufik. Keduanya pernah bekerja di sebuah perusahaan jasa penagihan motor sejak 2023 hingga 2024.

Ia pun menceritakan sebelum peristiwa penangkapan. Taufik sempat menghubunginya beberapa kali untuk curhat mengenai kondisi dirinya.

"Sebelum menyerahkan diri itu. TH sebenarnya sempat menelepon saya beberapa hari lalu. Dia bilang, dia itu lagi viral se-Indonesia," kata Dadang.

Curhatan itu mendorong Taufik meminta perlindungan kepada Dadang. Sebab, kasus dialaminya membuat ia viral di media sosial sekaligus menjadi buronan polisi.

Petuah Dadang Ahyar Ismail untuk Taufik Hidayat

Kapolda Jabar sebut Taufik Hidayat Penyekap Pacar 3 Tahun Ditahan di Sel Khusus
Sumber :
  • istimewa

Permintaan tersebut tentu menuai reaksi dari Dadang. Mantan atasan tersangka pun memberikan petuah khususnya tentang risiko dihadapi oleh Taufik.

Dadang baru mengetahui bahwa Taufik sempat melarikan diri. Adapun jejak rute pelariannya sempat pergi menuju Tangerang sebelum kembali ke wilayah Bandung.

Ia pun memberikan nasihat apabila Taufik terus memilih dengan cara melarikan diri. Tujuannya tidak lain agar mantan bawahannya tak kabur yang semakin memberatkan masalahnya.

"Ya sudah saya bilangnya kepada TH itu, pertama, kamu kalau mau terus lari-lari, kalau mujur sampai kakek-kakek pasti lari, pasti capek," tuturnya.

Ia menjelaskan petuah yang kedua. Menurutnya, posisi Taufik sudah tidak aman mengingat telah menjadi buronan dan masuk daftar pencarian orang (DPO).

"Kedua, karena di medsos sudah ramai bisa saja kamu ditangkap warga dan dihakimi sampai mati. Ketiga, semisalnya ketangkap polisi, ya kayak di TV itu kamu bisa ditembak," terangnya.

Dadang mengaku Taufik Hidayat sempat berpikir lama untuk menentukan beberapa opsi dalam petuah atasannya. Pilihannya antara menyerahkan diri secara baik-baik atau diseret hingga ditangkap paksa oleh warga maupun polisi.

"Saya bilang lebih baik kamu menyerahkan diri saja. sampai akhirnya TH bilang, 'Ya sudah Pak, saya ikut Bapak aja mau menyerahkan diri'," katanya.

Keputusan tersebut mendorong Dadang menghubungi pihak aparat. Di momen inilah, ia melakukan koordinasi dengan seorang anggota kepolisian.

"Saya juga kebetulan telepon Pak Hendi (Tim Polda Jabar). Intinya dari kepolisian juga. Saya berkoordinasi dengan Pak Hendi," imbuhnya.

Strategi agar Tersangka Penyekapan Wanita Selama 3 Tahun Diamankan Polisi

Pada momen itulah, ia menyusun strategi bersama pihak Kepolisian. Tujuannya memudahkan agar proses pengamanan terhadap Taufik berjalan lancar.

Taufik kebetulan berencana mendatangi rumahnya di kawasan Komplek Griya Pesona, Desa Gunungleutik, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Sebab, ia masih belum berani datang ke polisi.

Pada Selasa pagi, Taufik Hidayat pun mendatangi kediaman Dadang. Sementara, situasi mantan atasannya saat itu akan berangkat kerja dan belum menghubungi pihak kepolisian yang dikenal olehnya.

Dadang kembali mengingatkan mantan bawahannya. Taufik sebaiknya segera menyerahkan diri di hari yang sama.

Dadang mengatakan bahwa, Taufik siap bersikap kooperatif. Hal itu membuat tersangka sempat berbincang dengan polisi sebelum dibawa ke Majalaya.

"Saya juga ikut ke sana. Di perjanjiannya boleh menyerahkan diri, tapi Pak Dadang ikut juga katanya buat mendampingi. Akhirnya saya mengikuti tapi dari belakang," ucapnya.

Polda Jabar Bantah Taufik Hidayat Menyerahkan Diri

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan merespon pernyataan saat peristiwa penangkapan di Perumahan Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Hendra menyatakan bahwa, Taufik Hidayat bukan menyerahkan diri, melainkan ditangkap oleh Tim Resmob Polda Jabar.

"Bukan menyerahkan diri, tapi kami tangkap di sekitar Bandung Raya (Ciparay)," kata Hendra di Mapolda Jabar, Rabu, 24 Juni 2026.

Hendra berpendapat, Dadang Ahyar Ismail sebagai salah satu saksi. Untuk mendalami perkata tersebut, pihaknya akan memeriksa mantan atasan tersangka untuk mendapat keterangan keberadaan Taufik sebelum ditangkap oleh polisi.

"Ini secara visual sudah dilakukan pemeriksaan, tapi akan ada tindak lanjut," ujarnya.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:09
01:39
05:35
03:36
12:21
05:10

Viral