- Tim tvOnenews/Abdul Gani Siregar
Dua Peserta SPPI Meninggal Saat Latihan Militer, Istana Tegaskan Kopdes Merah Putih Tetap Jalan
Jakarta, tvOnenews.com — Meninggalnya dua peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran tidak menghentikan langkah pemerintah menjalankan program strategis Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Istana Negara menegaskan insiden tersebut akan ditangani secara serius, namun tidak akan memengaruhi keberlanjutan program yang menjadi salah satu andalan pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa dan masyarakat pesisir.
Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Juri Ardiantoro mengatakan, penjelasan mengenai peristiwa meninggalnya dua peserta SPPI telah disampaikan oleh Kementerian Pertahanan.
“Sudah dijelaskan oleh Kemhan kan,” ujar Juri kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (25/6/2026).
Meski demikian, pemerintah memastikan penanganan terhadap insiden tersebut akan dilakukan secara maksimal. Juri menekankan bahwa peristiwa yang terjadi harus dipisahkan dari pelaksanaan program yang sedang berjalan agar agenda pembangunan desa tetap dapat dilanjutkan.
“Dan untuk hal terkait dengan peristiwa atau kejadian-kejadian seperti itu ya akan ditangani sebaik-baiknya dan tentu dipisahkan dari kegiatan atau kelanjutan dari program ini,” jelasnya.
Program SPPI sendiri menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang nantinya ditempatkan sebagai penggerak pembangunan di desa-desa, termasuk dalam pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Karena itu, menurut Juri, agenda besar pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi tetap akan dilanjutkan sesuai rencana.
“Jadi program Koperasi Merah Putih tentu lanjut,” tegasnya. (agr/ree)