- Kolase istimewa & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Pantas KDM Geram, Selain Sadis Taufik Hidayat Juga Berani Catut Namanya di RSHS Bandung
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat merasa geram terhadap Taufik Hidayat (30) pelaku penyiksaan dan penyekapan kekasihnya YTR (29) di Bandung, Jawa Barat.
Bukan hanya karena perbuatannya yang terbilang keji, Dedi Mulyadi juga kesal lantaran namanya sempat dicatut oleh tersangka Taufik Hidayat.
Pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini bahkan sempat membuat sayembara berhadiah Rp250 juta, bagi siapa saja yang berhasil menemukan Taufik Hidayat.
Momen nama KDM dicatut Taufik Hidayat ini diungkap langsung oleh pemilik kos Resa Rohendi saat dirinya mengantar korban YTR ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.
- Kolase Istimewa & tvOne
- Antara
Menurut Resa, pelaku sempat bersikap arogan saat petugas rumah sakit curiga dan menanyakan pihak keluarga korban.
"'Suaminya mana pak? katanya pasien ini datangnya sama suaminya' sementara si Taufik itu tidak mau diakui sebagai suami, maunya diakui sebagai saudara atau paman. Saya juga sempat bigung saat itu," kata Resa di Cinunuk, Bandung, pada Selasa (23/6/2026).
Tak berselang lama, Taufik akhirnya tiba di UGD untuk menanyakan kondisi korban kepada pihak rumah sakit.
Namun, Taufik langsung bersikap arogan dan mengancam pihak rumah sakit dengan menjual nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
"Akhirnya pas si Taufik datang ke UGD, 'Gimana om sudah ditanyain belum sama pihak dokter?' Habis itu dia arogan sikapnya, marah kepada petugas rumah sakit 'Gini pak kalau misalnya pasien/saudara saya tidak segera ditangani saya akan lapor ke Kang Dedi Mulyadi'," tutur Resa menirukan sikap Taufik Hidayat.
Kasus penyekapan 3 tahun ini sempat viral hingga menyita perhatian publik, termasuk Gubernur Jawa Barat.
Dedi sampai menyebut peristiwa ini sebagai peristiwa yang biadab.
"Ada peristiwa yang biadab terjadi di Jawa Barat. Seorang perempuan yang dipacari, disekap, dianiaya, dicacatkan, kedia matanya hingga tidak bisa melihat lagi, dan bibirnya mungkin digunting sampai saya tidak bisa melihatnya, seluruh tubuhnya melepuh dan rusak," ungkapnya.
"Saya sangat marah dengan laki-laki yang seperti ini, bernama Taufik Hidayat yang sekarang jadi buronan dan saya meyakini bahwa tim Polda Jabar akan mampu dengan cepat menangkapnya," tambahnya.
KDM meminta warga untuk ikut menangkap pelaku kekerasan terhadap perempuan tersebut. Ia bahkan membuka sayembara senilai Rp250 juta.
"Dan siapa yang bisa menemukan Taufik Hidayat, menyerahkannya kepada apparat atau menginformasikan kepada apparat keberadaannya, saya memberikan hadiah Rp250 juta rupiah sebagai bentuk partisipasi saya agar Taufik Hidayat segera ditemukan dan segera ditangkap," pungkasnya.
Uang Sayembara KDM Rp250 Juta Diserahkan kepada Korban
KDM menyampaikan bahwa, penerima uang sayembara tersebut jatuh pada korban. Keputusan itu didasari atas hasil pertemuan dirinya dengan Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan.
"Kapolda Jabar menyarankan dana Rp250 juta itu diserahkan kepada keluarga korban," terangnya.
Dedi Mulyadi mengungkap cara penyerahan uang tersebut. Mantan Bupati Purwakarta itu menambahkan, hadiah sayembara itu tidak langsung dikirim kepada keluarga korban.
Gubernur Jabar ini akan membuat sistem penyerahan menggunakan sertifikat deposito. Nantinya, uang akan lebih dulu disimpan dalam Bank BJB.
Merujuk dari laman Pegadaian, sertifikat deposito merupakan surat berharga yang berbentuk simpan dana di bank. Sistemnya menggunakan tingkat bunga tetap dalam periode waktu tertentu.
Keuntungan dari sertifikat deposito lantaran surat ini dapat dipindahtangankan. Bahkan, surat ini juga bisa diperjualbelikan kepada pihak lain.
"Saya menyerahkannya dengan dibuatkan sertifikat deposito senilai Rp250 juta," jelasnya. (muu)