- dok. LPSK
KDM Siapkan Rp1 Miliar untuk Biaya Pengobatan Korban Penyekapan
Jakarta, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan seluruh biaya pengobatan YTR (29) korban kekerasan dan penyekapan akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Bahkan KDM mengatakan berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan biaya perawatan korban dalam dua pekan ke depan diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar. Pemprov Jabar pun telah menyiapkan anggaran tersebut.
“Pihak keluarga juga akan berhenti bekerja karena harus fokus mengurus korban. Kemudian dari situ, Pemda Provinsi Jawa Barat sudah memutuskan bahwa terhadap korban dijamin seluruh pelayanan kesehatannya sampai sembuh,” kata KDM saat konferensi pers di Mapolda Jabar, Bandung, Jumat (26/6/2026).
KDM juga mengatakan keluarga korban tidak perlu lagi menggalang donasi untuk membiayai pengobatan, maupun kebutuhan sehari-hari selama mendampingi korban menjalani perawatan.
“Yang berdonasi dipersilakan untuk membantu kehidupan keluarganya dan masa depan korban. Terhadap keluarganya, sejak saya berkunjung sampai hari ini, kami pastikan berhenti bekerja, tetap merawat, terjamin kehidupannya,” ujarnya.
Hadiah Sayembara Diberikan ke Keluarga Korban
KDM juga memutuskan hadiah sayembara senilai Rp250 juta terkait penangkapan Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan diserahkan kepada keluarga korban sebagai bekal masa depan.
“Karena yang melakukan penangkapannya adalah Polda Jabar, maka pemenang sayembaranya adalah Polda Jabar. Dan Pak Kapolda telepon saya dan meminta pada saya untuk serahkan pada keluarga korban untuk bekal masa depannya,” katanya.
KDM mengatakan sayembara yang diumumkannya turut memberikan efek psikologis terhadap tersangka sehingga terus berpindah-pindah tempat persembunyian sebelum akhirnya ditangkap polisi di sebuah rumah di Perumahan Griya Pesona, Ciparay, Kabupaten Bandung.
“Sayembara ini memiliki efek psikologis terhadap tersangka. Yaitu dia pergi ke mana pun, merasa banyak orang yang mengawasi. Sehingga dia mengalami kebingungan. Karena mengalami kebingungan, maka dia balik lagi ke Bandung,” pungkasnya. (ant)