- Antara
Whoosh Jadi Primadona, Hampir 70 Ribu Wisman Masuk Jawa Barat Per Mei 2026
Jakarta, tvOnenews.com - Kehadiran Kereta Cepat Whoosh terbukti menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk berkunjung ke Jawa Barat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), transportasi modern ini berhasil mendatangkan hampir 70 ribu turis asing sepanjang lima bulan pertama tahun 2026.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan bahwa tren pergerakan warga negara asing (WNA) menggunakan Whoosh menunjukkan grafik yang impresif.
"Selama periode Januari-Mei 2026, tercatat akumulasi sebanyak 69.874 kedatangan WNA ke Jawa Barat melalui Stasiun Whoosh. Khusus pada Mei 2026, kedatangan WNA melonjak 27,32 persen (month-to-month/mtm) menjadi 17.523 kunjungan, dengan Stasiun Padalarang menjadi pintu keluar paling dominan sebesar 86,62 persen," papar Ari di Bandung, Rabu (1/7).
Selain moda kereta cepat, Bandara Internasional Kertajati juga mencatat pertumbuhan kunjungan wisman pada Mei 2026 sebanyak 241 orang, atau naik 11,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Mayoritas pelancong asing yang masuk melalui bandara ini berasal dari Singapura (48,96 persen) dan Malaysia (12,45 persen).
Kondisi positif ini semakin memperkuat sektor pariwisata Jawa Barat, yang juga didorong oleh tingginya mobilitas wisatawan nusantara (wisnus).
Pada Mei 2026 saja, tercatat ada 19,52 juta perjalanan wisnus di wilayah ini. Secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2026, total perjalanan wisnus mencapai 93,45 juta, tumbuh 5,78 persen secara tahunan.
"Wilayah yang selalu menjadi favorit utama perjalanan wisnus yaitu Kabupaten Bogor sebesar 15,70 persen, dan Kota Bandung sebesar 10,88 persen," jelas Ari.
Meningkatnya arus pelancong ini berdampak langsung pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Jawa Barat naik menjadi 48,21 persen, dengan performa tertinggi tercatat di Kabupaten Purwakarta yang mencapai 66,83 persen.
Sementara itu, hotel non-bintang juga mengalami kenaikan okupansi ke angka 26,19 persen.
Di sisi lain, volume penumpang transportasi publik secara umum mengalami kenaikan, di mana Whoosh tumbuh 5,23 persen dan kereta api reguler naik 6,95 persen secara bulanan.
Namun, lonjakan paling signifikan justru terlihat pada sektor penerbangan internasional di Bandara Kertajati yang tumbuh hingga 93,98 persen.
"Lonjakan drastis pada rute penerbangan luar negeri ini disebabkan oleh momentum pemberangkatan jamaah haji asal Jawa Barat melalui Bandara Kertajati. Dan ini berimbas juga ke sektor kargo udara internasional yang ikut terkerek melesat naik sebesar 107,90 persen (mtm)," pungkas Ari. (ant/dpi)