news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pekerja berjalan di samping layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sumber :
  • ANTARA

IHSG Dibuka Menguat meski Inflasi Juni Melonjak, Bursa Asia Variatif & Wall Street Anjlok

IHSG dibuka menguat 14 poin atau 0,26 persen di level 5.709 pada pembukaan perdagangan Kamis, 2 Juli 2026.
Kamis, 2 Juli 2026 - 09:17 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - IHSG dibuka menguat 14 poin atau 0,26 persen di level 5.709 pada pembukaan perdagangan Kamis, 2 Juli 2026.

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan hari ini.

"IHSG berpotensi kembali terkoreksi hari ini," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 2 Juli 2026.

Dia mengatakan, Bursa Asia-Pasifik bervariasi pada perdagangan Rabu kemarin, di tengah pelemahan Yen Jepang ke level terendah dalam 40 tahun terhadap dolar AS. Selain itu, pasar juga mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed serta sejumlah data ekonomi penting, yang dirilis pada Rabu kemarin.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 0,59 persen dan Topix naik 0,42 persen. Sedangkan di Korea Selatan, indeks Kospi melemah 2,04 persen dan Kosdaq justru naik 1,44 persen.

Sementara itu, ASX 200 Australia terkoreksi 0,64 persen, dan Taiex Taiwan menguat 1,94 persen. Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong tutup karena libur hari pendirian Hong Kong SAR.

Di domestik, BPS mencatat inflasi pada Juni 2026 mencapai 0,44 persen month-to-month (mtm), lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei 2026 sebesar 0,28 persen (mtm).

Sedangkan secara year-on-year (yoy), inflasi Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, meningkat dari 3,08 persen pada Mei 2026. Sementara secara year-to-date (ytd), inflasi mencapai 1,79 persen, lebih tinggi dibandingkan posisi Mei sebesar 1,35 persen.

Selain itu, BPS mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Kondisi berbalik dari neraca perdagangan pada April 2026, yang masih mencatat surplus sebesar US$89,1 juta.  

"Support IHSG berada di level 5.500-5.625 sementara resist IHSG di rentang 5.730-5.800," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup kompak turun pada Rabu kemarin. Sementara Nasdaq terkoreksi akibat profit taking pada saham-saham semikonduktor.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,03 persen, S&P 500 turun 0,22 persen, dan Nasdaq Composite melemah 0,66 persen.

Mohammad Yudha Prasetya 

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:19
00:56
01:00
02:36
02:41
01:09

Viral