news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Luar Negeri dari Indonesia Sugiono.
Sumber :
  • Abdul Gani Siregar/tvOnenews.com

Menlu Sugiono Ungkap Potensi Kerjasama Dagang Indonesia-Belarus Tembus US$500 Juta

Pemerintah Indonesia menargetkan hubungan ekonomi dengan Belarus naik ke level yang lebih tinggi.
Kamis, 2 Juli 2026 - 12:48 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah Indonesia menargetkan hubungan ekonomi dengan Belarus naik ke level yang lebih tinggi. Hasil Forum Bisnis Indonesia-Belarus diprediksi akan menghasilkan potensi kerjasama senilai US$500 juta, seiring komitmen kedua negara untuk memperbesar nilai perdagangan dan investasi bilateral.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan, nilai potensi kerja sama tersebut merupakan hasil awal dari pertemuan pelaku usaha kedua negara yang digelar menjelang kunjungan kenegaraan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia.

“Kalau saya tidak salah laporannya itu US$500 juta. Dan saya kira ini juga kedua presiden sepakat bahwa angka-angka yang ada, baik di bidang perdagangan maupun investasi, merupakan angka-angka yang perlu peningkatan untuk kemajuan kedua negara,” kata Sugiono di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

Menurut Sugiono, kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko menjadi kelanjutan dari diplomasi ekonomi yang sebelumnya dibangun Presiden Prabowo Subianto saat melakukan kunjungan resmi ke Belarus.

“Seperti kita ketahui pada tanggal 15 Juli yang lalu Presiden kita berkunjung ke sana dan dari pertemuan tersebut banyak potensi-potensi kerja sama bilateral yang ingin terus dikembangkan,” jelasnya.

Pemerintah menilai hubungan Indonesia dan Belarus kini memasuki fase baru yang lebih konkret. Salah satu fondasi pentingnya adalah telah ditandatanganinya Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU), dengan Belarus menjadi salah satu negara yang telah meratifikasi perjanjian tersebut.

“Seperti kita ketahui juga telah terjadi penandatanganan EAEU CEPA dan Belarus merupakan salah satu negara yang telah meratifikasi tersebut,” tandas dia.

Ratifikasi tersebut dinilai akan membuka akses perdagangan yang lebih luas sekaligus memperkuat arus investasi antara Indonesia dan negara-negara anggota EAEU.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut telah menyiapkan surat kepada DPR guna mempercepat proses ratifikasi yang diyakini akan membuka akses bebas bea masuk bagi mayoritas produk Indonesia ke pasar Rusia, Belarus, dan negara-negara anggota EAEU lainnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, percepatan ratifikasi menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan dagang dan investasi Indonesia dengan Belarus yang terus menunjukkan tren positif.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:32
01:52
03:57
05:53
01:14
02:25

Viral