- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Hampir 289 Ribu Sekolah Nikmati Digitalisasi Pembelajaran, Wilayah 3T Jadi Prioritas
Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan dengan memperluas pemanfaatan teknologi pembelajaran di sekolah hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Program yang dijalankan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini telah menjangkau hampir 289 ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia, sekaligus menjadi langkah strategis untuk mempersempit kesenjangan akses pendidikan antardaerah.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Muhammad Qodari mengatakan, digitalisasi pembelajaran tidak lagi sebatas distribusi perangkat, tetapi diarahkan untuk membangun ekosistem pembelajaran digital yang terintegrasi melalui penguatan infrastruktur, peningkatan kapasitas guru, hingga penyediaan konten pembelajaran.
“Program ini telah menjangkau ratusan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia,” kata Qodari dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (3/7).
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sepanjang 2025 sebanyak 288.865 satuan pendidikan telah menerima Papan Interaktif Digital (PID) beserta perangkat pendukung seperti laptop dan hard disk eksternal.
Pemerintah juga menyediakan dukungan internet bagi 8.265 satuan pendidikan serta bantuan listrik untuk 2.389 satuan pendidikan.
Di sisi sumber daya manusia, sebanyak 33.156 guru dan tenaga kependidikan telah mengikuti pelatihan pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Sementara itu, sebanyak 2.856 konten pembelajaran digital dikembangkan guna memastikan perangkat yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dalam proses belajar mengajar.
Memasuki 2026, pemerintah melanjutkan pengadaan PID sembari memperkuat pendampingan kepada sekolah dan menyusun konten pembelajaran digital agar transformasi pendidikan tidak berhenti pada penyediaan perangkat, tetapi benar-benar mengubah metode pembelajaran di ruang kelas.
Hasil evaluasi Kemendikdasmen menunjukkan implementasi program mulai memberikan dampak positif terhadap proses belajar mengajar.
“Sebanyak 99,5 persen siswa menyatakan pembelajaran menggunakan PID jauh lebih menarik. Dari sisi pemahaman materi, 98 persen siswa mengaku memahami materi yang diajarkan,” kata Qodari.
Menurutnya, dari sisi tenaga pendidik, mayoritas guru mulai menerapkan metode pembelajaran yang lebih interaktif dan variatif. Perubahan tersebut juga berdampak pada meningkatnya partisipasi serta antusiasme siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Pemerintah juga memastikan transformasi digital pendidikan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan.
Sepanjang 2025, Program Digitalisasi Pembelajaran telah menjangkau 13.838 sekolah di wilayah 3T yang mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga PKBM.
Sekolah penerima manfaat tersebar di Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua beserta seluruh provinsi pemekarannya, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, dan Lampung.
Di wilayah 3T, pemerintah menyalurkan bantuan listrik untuk 49 SMP, layanan internet bagi 4.316 sekolah, serta 30.285 unit laptop dan hard disk guna mendukung kegiatan pembelajaran berbasis digital.
Meski demikian, pemerintah mengakui pemerataan kualitas pendidikan digital masih menghadapi berbagai tantangan.
“Meski demikian, kami menyadari bahwa kesetaraan dengan wilayah perkotaan belum sepenuhnya tercapai,” kata Qodari. (agr/dpi)