news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar

Istana Sebut Pemerintah Targetkan 16.557 Sekolah Terkoneksi Internet pada 2026

Pemerintah mempercepat transformasi pendidikan nasional dengan menjadikan konektivitas internet sebagai fondasi utama digitalisasi pembelajaran.
Jumat, 3 Juli 2026 - 16:29 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mempercepat transformasi pendidikan nasional dengan menjadikan konektivitas internet sebagai fondasi utama digitalisasi pembelajaran.

Pada 2026, sebanyak 16.557 satuan pendidikan ditargetkan memperoleh akses internet sebagai bagian dari upaya memperluas pemerataan layanan pendidikan berbasis teknologi hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari mengatakan, perluasan akses internet menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh peserta didik dan tenaga pendidik memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan pembelajaran digital.

“Dalam hal konektivitas internet, untuk dukungan Program Digitalisasi Pembelajaran, pada 2025 tercatat sebanyak 8.265 sekolah jadi penerima akses internet. Dalam perencanaan 2026, sebanyak 16.557 satuan pendidikan menjadi target pemenuhan akses internet,” kata Qodari dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Kantor Bakom, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (3/7).

Target tersebut merupakan lonjakan signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya dan menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem pendidikan digital yang lebih merata di seluruh Indonesia.

Menurut Qodari, saat ini sebagian besar satuan pendidikan nasional telah memiliki akses internet. Namun, masih terdapat sekolah yang belum terjangkau jaringan dan menjadi prioritas pemerintah pada tahun mendatang.

“Secara nasional, 77 persen satuan pendidikan di Indonesia saat ini telah memiliki akses internet, sementara 23 persen lainnya masih belum terjangkau dan menjadi fokus perhatian ke depan,” jelasnya.

Selain memperluas jaringan internet, pemerintah juga memperkuat pemanfaatan teknologi melalui pengembangan Ekosistem Rumah Pendidikan sebagai platform terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan digital.

“Ini adalah bagian dari pelaksanaan Inpres Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan digitalisasi pembelajaran dan penguatan layanan pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Qodari menjelaskan, integrasi layanan digital terus diperluas agar seluruh pemangku kepentingan pendidikan memperoleh layanan yang lebih efektif, mudah diakses, dan saling terhubung.

“Melalui integrasi berbagai layanan pendidikan digital, termasuk bergabungnya Ruang GTK ke dalam Rumah Pendidikan sejak Juni 2026, platform ini dirancang untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih mudah diakses, terpadu, dan efisien bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan,” paparnya.

Ekosistem Rumah Pendidikan kini menghadirkan sejumlah layanan utama, mulai dari Ruang Murid yang menyediakan sumber belajar digital, asesmen, hingga materi pengembangan karakter, hingga Ruang Guru yang mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui pelatihan mandiri, pengelolaan kinerja, dan pengembangan profesional.

Pemanfaatan platform tersebut juga terus meningkat. Ruang Murid telah mencatat sekitar 1,3 juta pengguna aktif bulanan, sementara Ruang Guru mencatat lebih dari 3 juta kunjungan sebelum mulai diintegrasikan ke dalam Rumah Pendidikan sejak Juni 2026.

Di sisi pengelolaan sekolah, pemerintah mengoptimalkan Ruang Sekolah yang memanfaatkan Rapor Pendidikan sebagai instrumen berbasis data untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mendukung pengambilan keputusan di tingkat satuan pendidikan.

“Ruang Sekolah merupakan layanan digital yang mendukung pengelolaan satuan pendidikan berbasis data, termasuk melalui Rapor Pendidikan sebagai instrumen evaluasi dan peningkatan mutu pendidikan,” pungkas Qodari.

Hingga saat ini, lebih dari 280 ribu sekolah di seluruh Indonesia telah memanfaatkan Ruang Sekolah atau Rapor Pendidikan sebagai bagian dari transformasi tata kelola pendidikan berbasis data yang terus didorong pemerintah. (agr/dpi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral