- Freepik
Soal Backend Engineer di Indonesia, BaTii Kemenkeu: Migrasi ke AI Workflow Bukan Tentang Pelajari Library Baru
Jakarta, tvOnenews.com - Di Indonesia, percepatan transformasi AI bertemu dengan tantangan yang berbeda. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mendorong pengembangan talenta digital untuk memenuhi kebutuhan ekonomi digital nasional hingga 2030.
Di sisi lain, industri mulai menunjukkan peningkatan permintaan terhadap kompetensi yang lebih spesifik, seperti AI engineering, data engineering, cloud computing, dan keamanan siber.
Diketahui, gelombang kecerdasan buatan (AI) kini memaksa banyak backend engineer mempertanyakan kompetensi yang selama ini menjadi andalan. Transisi tersebut tidak sederhana, dan konsekuensinya melampaui batas karier individual.
Berdasarkan Survei Stack Overflow Developer pada 2024, yang melibatkan lebih dari 65.000 responden pengembang di seluruh dunia, menunjukkan bahwa Python terus mempertahankan posisinya sebagai salah satu bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan oleh developer profesional, seiring meningkatnya kebutuhan pada bidang kecerdasan buatan (AI), data science, dan otomasi.
Kenaikan Python tidak terlepas dari dominasinya di ekosistem machine learning dan AI sebuah domain yang tumbuh jauh melampaui segmen backend enterprise konvensional.
Java tetap menjadi bahasa penting di lingkungan enterprise, sementara Python mengalami pertumbuhan pesat seiring berkembangnya AI dan data science.
Sedangkan, GitHub Octoverse 2024 melaporkan bahwa Python menjadi salah satu bahasa dengan pertumbuhan aktivitas pengembang paling signifikan di GitHub sepanjang 2024.
Peningkatan tersebut banyak dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan proyek AI generatif, machine learning, dan data science yang menjadikan Python sebagai bahasa utama dalam berbagai framework populer.
Di tingkat korporasi, tren adopsi AI terus meningkat. McKinsey State of AI 2025 menunjukkan bahwa 88 persen organisasi secara rutin menggunakan AI pada setidaknya satu fungsi bisnis, naik dari 78 persen pada survei sebelumnya.
Namun, laporan yang sama juga menyoroti bahwa adopsi belum selalu diikuti transformasi menyeluruh hanya sebagian organisasi yang berhasil mengintegrasikan AI ke dalam proses bisnis pada skala enterprise.
Kondisi tersebut membuat tim engineering tidak lagi hanya dituntut membangun aplikasi, tetapi juga mengintegrasikan kemampuan AI secara aman, terukur, dan dapat diaudit ke dalam sistem yang mereka kelola.
Perubahan kebutuhan talenta juga tercermin dalam Future of Jobs Report 2025 yang diterbitkan World Economic Forum. Laporan tersebut menempatkan AI and Big Data sebagai keterampilan yang diperkirakan mengalami pertumbuhan permintaan paling tinggi hingga 2030.