news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

dr. Eliza Princila Utami Paenoni (Icha) yang mengakhiri hidup usai diduga mendapat intimidasi dari sejumlah anggota DPRD..
Sumber :
  • Instagram @kemenkes_ri

Dokter Icha Berusaha Bunuh Diri 2 Kali Usai Mendapat Intimidasi, Ini Keterangan Keluarga

Percobaan bunuh diri terjadi saat korban berada di rumah pribadinya. Dokter Icha diduga mengonsumsi obat penenang dalam jumlah melebihi dosis yang dianjurkan. 
Sabtu, 4 Juli 2026 - 05:30 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Sebuah fakta baru terkait kasus kematian dr Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dokter Icha terungkap.

Pihak keluarga almarhum dr Icha mengungkap jika korban sempat dua kali mencoba mengakhiri hidup setelah diduga mengalami intimidasi oleh tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).

Hal itu disampaikan pihak keluarga setelah resmi melaporkan ketiga anggota DPRD TTU.

Keluarga melaporkan Therensius Lazakar, Norbertus Tubani, dan Veronika Lake, bersama seorang dokter hewan bernama Maria Mathildis Sau ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat (3/7/2026).

Ilustrasi Kasus Kematian dr Icha Jadi Sorotan, Mengapa Kesehatan Mental Dokter Masih Terabaikan? Ini Fakta dan Data Penelitiannya
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

“Perbuatan para terlapor ini membuat Dokter Icha mengalami trauma berat sehingga melakukan percobaan bunuh diri sebanyak dua kali,” ujar kuasa hukum sekaligus keluarga dokter Icha, Victor Manbait.

Victor mengatakan dugaan intimidasi itu terjadi di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona, Kefamenanu, pada 13 Juni 2026 sekitar pukul 17.00 Wita.

Menurutnya, sejak itu kondisi psikis dokter Icha terus memburuk. Korban diduga mengalami trauma mendalam, tekanan mental, depresi yang berujung pada percobaan bunuh diri.

Bahkan, kata Victor percobaan bunuh diri pertama terjadi pada malam hari setelah insiden intimidasi.

Kemudian, percobaan bunuh diri terjadi saat korban berada di rumah pribadinya di Residence Biinmafo. Dokter Icha diduga mengonsumsi obat penenang dalam jumlah melebihi dosis yang dianjurkan. 

Percobaan bunuh diri kedua terjadi pada 16 Juni 2026, saat masih menjalani perawatan di RS Leona, dokter Icha kembali diduga mencoba mengakhiri hidupnya dengan menginjeksikan udara ke dalam selang infus. 

Menkes Ungkap 632 Kasus Bullying dan Dugaan Pungli di PPDS

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta pada Rabu (30/4/2025), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa Kementerian Kesehatan menerima 2.668 pengaduan sejak Juni 2023. 

Setelah melalui proses verifikasi oleh jalur pengaduan resmi dan audit Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan, sebanyak 632 kasus dinyatakan berkaitan dengan praktik perundungan dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Menurut Budi, bentuk perundungan yang ditemukan tidak hanya berupa tekanan verbal, tetapi juga tindakan fisik yang merendahkan martabat peserta didik.

Beberapa bentuk hukuman yang ditemukan antara lain memaksa peserta melakukan push-up, memakan cabai, berdiri selama berjam-jam, hingga meminum telur mentah. Ironisnya, perlakuan tersebut kerap direkam dan dibagikan melalui grup WhatsApp antarpeserta.

"Juga bentuk perundungan yang paling umum adalah verbal di grup komunikasi atau disebut Jarkom, ya WA grup, seperti penggunaan bahasa yang sangat-sangat kasar yang dilakukan senior kepada junior," kata Budi.

Selain bullying, Kementerian Kesehatan juga menemukan dugaan praktik pungutan liar yang nilainya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.

Salah satu temuan menonjol berasal dari Program PPDS Anestesi di Semarang. Berdasarkan data yang diperoleh dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), seorang peserta PPDS yang sempat menjadi bendahara selama tiga bulan mengelola dana hingga Rp1,6 miliar yang kemudian mengalir kepada sejumlah oknum.

"Dana yang dikumpulkan dari peserta didik itu ditransfer rutin dan sebagian mengalir ke oknum tertentu. Ini kami temukan hampir di semua sentra pendidikan," ungkap Budi dalam rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menerima laporan mengenai berbagai pembiayaan tidak resmi, seperti permintaan pembayaran hotel, tiket perjalanan, hingga layanan pribadi bagi senior maupun konsulen. (muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral