news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Presiden RI, Prabowo Subianto dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara yang digelar di kawasan Satlat Brimob, Bogor, Selasa (1/7)..
Sumber :
  • tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Terdampak Konflik, Gubernur Papua Diminta Sampaikan Kondisi Warga Sipil ke Presiden Prabowo

Meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di sejumlah wilayah Papua Tengah kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi kemanusiaan di lapangan.
Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:16 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Meningkatnya eskalasi konflik bersenjata di sejumlah wilayah Papua Tengah kembali memunculkan sorotan terhadap kondisi kemanusiaan di lapangan.

Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Papua Tengah, Hanok Herison Pigai, meminta para kepala daerah di Tanah Papua lebih aktif menyampaikan situasi yang terjadi kepada pemerintah pusat, khususnya terkait keselamatan warga sipil.

Dalam pernyataan tertulisnya, Hanok menyoroti kondisi di Kabupaten Intan Jaya dan Puncak yang dalam beberapa waktu terakhir kembali dilanda konflik hingga menimbulkan korban jiwa.

"Ini menyangkut nyawa manusia, tetapi pemimpin-pemimpin daerah di Tanah Papua terlalu banyak diam. Intan Jaya berduka lagi, setelah belum lama Puncak dilanda duka. Kedua kabupaten di Papua Tengah ini seakan menjadi lapangan tempur pihak-pihak haus konflik yang tidak punya hati nurani," tegas Hanok Herison Pigai dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (4/7/2026).

Ia menggambarkan situasi masyarakat yang terdampak konflik dengan berbagai kehilangan akibat kekerasan yang terus terjadi.

"Mayat bergelimpangan begitu saja. Anak kehilangan Mama, suami kehilangan istri, Mama-Bapa kehilangan anak. Tanah Papua kehilangan pemiliknya," ujarnya.

Hanok juga menyinggung perlunya perhatian lebih terhadap kondisi warga sipil di tengah operasi keamanan yang berlangsung di sejumlah wilayah. Ia meminta enam gubernur di Tanah Papua dapat menyampaikan kondisi riil kemanusiaan secara langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Menurut dia, pembahasan mengenai pembangunan di Papua seharusnya turut disertai perhatian terhadap aspek perlindungan masyarakat sipil.

"Enam Gubernur menghadap Presiden hanya minta uang dan pembangunan. Sementara pembangunan Kodam, Korem, dan jumlah anggota militer yang berlebihan tidak disinggung. Uang dan bangunan untuk siapa kalau setiap hari manusia mati terbunuh?" tegas Hanok.

Dalam keterangannya, Hanok juga menilai pendekatan keamanan di Papua perlu dievaluasi agar tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kondisi yang terjadi saat ini membutuhkan perhatian serius seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat maupun daerah.

"Sudah banyak nyawa hilang. Bicaralah kepada Presiden Prabowo. Jangan hanya bicara tentang minta uang dan pembangunan, tetapi bicarakan juga tentang manusia yang terbunuh setiap hari," pungkas Hanok.

Selain itu, Hanok turut meminta pemerintah membentuk tim pencari fakta yang melibatkan Komnas HAM guna mengusut berbagai insiden yang terjadi di Intan Jaya dan Puncak Papua.

Sebelumnya, sejumlah laporan menyebutkan situasi keamanan di beberapa distrik di Intan Jaya mengalami peningkatan eskalasi dalam beberapa hari terakhir. Konflik tersebut disebut menyebabkan warga mengungsi ke wilayah yang dianggap lebih aman.

Hingga kini, aparat keamanan masih melakukan pengamanan di sejumlah titik rawan konflik di Papua Tengah. (cmi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral