news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pesawat AMA PK-RCY Diduga Dibakar di Bandara Ipdeheik, Pilot Tewas.
Sumber :
  • Istimewa

Pilot Tewas Ditembak, DPR Khawatir Distribusi Logistik ke Pedalaman Papua Bakal Terganggu

Anggota Komisi XIII DPR RI, Fauqi Hapidekso, mengaku khawatir insiden penembakan pilot asal AS akan berdampak pada distribusi logistik ke pedalaman Papua.
Minggu, 5 Juli 2026 - 13:05 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Anggota Komisi XIII DPR RI, Fauqi Hapidekso, mengaku khawatir insiden penembakan pilot asal Amerika Serikat (AS) akan berdampak pada distribusi logistik ke pedalaman Papua.

Dia menjelaskan masyarakat pedalaman Papua biasanya mengandalkan maskapai perintis untuk distribusi bahan pokok, obat-obatan.

Pesawat perintis juga digunakan sebagai alat transportasi ke daerah yang tidak bisa dilalui dengan jalur darat.

“Keamanan penerbangan perintis harus dijamin,” tegas Fauqi, Minggu (5/7/2026).

“Jika ancaman terhadap pesawat sipil terus terjadi, masyarakat di pedalaman Papua akan kehilangan akses terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, serta berbagai kebutuhan dasar yang menjadi hajat hidup mereka," lanjutnya.

Fauqi lantas meminta aparat untuk meningkatkan keamanan di area landasan pesawat perintis.

"Kita harus mencegah bertambahnya korban sipil. Penegakan hukum yang tegas serta koordinasi yang kuat sangat diperlukan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi dan masyarakat sipil dapat menjalani kehidupan dengan aman,” jelasnya. 

Sebelumnya, Nicholas F. Goselin tewas saat pesawat perintis yang dikendarainya mendarat di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo pada Kamis (2/7/2026).

Nicholas yang merupakan pilot maskapai Associated Mission Aviation (AMA) tewas akibat serangan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Pesawat tersebut diserang dan dibakar oleh KKB. Nicholas kemudian tewas akibat ditembak KKB. Sementara itu, tujuh penumpang dalam pesawat itu dinyatakan selamat. (saa/nsi)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral