news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Lokasi kejadian terjadinya kericuhan antara terduga pelaku bandar narkoba dan anggota Polres Katingan..
Sumber :
  • Antara

Fakta Terbaru Operasi Narkoba di Kalteng, Satu Lagi Polisi Ditemukan Gugur Usai Gerebek Bandar Sabu di Katingan

Satu lagi Anggota Satresnarkoba Polres Katingan, yakni Aiptu Sumaryanto ditemukan gugur usai hilang saat operasi penggerebekan bandar sabu di Katingan, Kalimantan Tengah.
Minggu, 5 Juli 2026 - 15:12 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Korban jiwa dalam operasi pemberantasan narkotika di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kembali bertambah. Anggota Satresnarkoba Polres Katingan, Aiptu Sumaryanto, yang sempat hilang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/7/2026) pagi.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, jumlah personel Polri yang gugur dalam operasi tersebut menjadi tiga orang. Sebelumnya, Aipda Yudhie Perdana Putra dan Bripda Nopandri Ramadhana juga dipastikan meninggal dunia dalam rangkaian operasi penggerebekan jaringan narkotika di Desa Tumbang Kalemei.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso mengatakan proses pencarian terhadap Aiptu Sumaryanto dimulai sejak pukul 06.00 WIB. Operasi pencarian itu melibatkan personel gabungan dari Polda Kalimantan Tengah, Polairud, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, serta masyarakat setempat.

Upaya enyisiran dilakukan menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil menyusuri aliran Sungai Katingan, kawasan hutan di bantaran sungai, hingga memperluas area pencarian ke Pasar Desa Samba, Kecamatan Katingan Tengah.

Upaya tersebut membuahkan hasil setelah tim menerima informasi dari seorang anggota TNI yang menemukan sesosok jenazah di aliran sungai.

"Pukul 08.42 WIB, didapatkan informasi dari Babinsa Rantau Asem atas nama Kopda Imam bahwasanya ada mayat di Sungai Desa Rantau Asem (sekitar 4 km dari TKP Desa Tumbang Kalemei), kemudian Babinsa memberitahukan tim pencarian dan tim menuju ke lokasi," kata Eko dalam keterangan tertulis.

Setelah dilakukan identifikasi di lokasi, jenazah dipastikan merupakan Aiptu Sumaryanto yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak operasi berlangsung pada awal Juli lalu.

Korban kemudian dievakuasi menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangkaraya untuk penanganan lebih lanjut.

"Pukul 09.45 WIB, mayat tersebut dikirimkan dengan ambulance ke RS Bhayangkara-Palangkaraya," ujarnya.

Peristiwa tragis itu bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penindakan terhadap dugaan jaringan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7/2026) malam.

Operasi dilakukan setelah polisi memperoleh informasi masyarakat yang mengarah kepada seorang target berinisial BIO, residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel diterjunkan dan dibagi ke dalam dua tim untuk melakukan penindakan.

Saat target berhasil diamankan, situasi di lokasi mendadak berubah. Sejumlah orang yang berada di rumah target bersama warga sekitar melakukan perlawanan terhadap petugas.

“Massa kemudian bertambah dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan,” kata Eko.

Dalam kondisi terdesak, sejumlah personel berusaha menyelamatkan diri dengan berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan sembari menunggu bantuan datang.

Serangan tersebut mengakibatkan Aipda Yudhie Perdana Putra gugur di lokasi akibat luka senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana sempat dinyatakan hilang.

Bripda Nopandri kemudian ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (4/7/2026), di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, seberang Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, seluruh personel yang sebelumnya hilang telah berhasil ditemukan. Aparat kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan sekaligus memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota Polri saat operasi pemberantasan narkotika tersebut.

Sebelumnya, operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berujung tragedi.

Seorang anggota Satresnarkoba Polres Katingan gugur, sementara dua personel lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang usai diserang saat menjalankan tugas.

Korban yang gugur adalah Aipda Yudhie Perdana Putra. Sementara dua anggota yang masih dalam pencarian yakni Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Eko Hadi Santoso menyampaikan duka cita atas gugurnya salah satu personel dalam operasi pemberantasan narkotika tersebut.

"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Aipda Yudhie Perdana Putra yang gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," tuturnya, Kamis (2/7/2026). (rpi)

(Foe/VIVA)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:28
05:01
01:45
01:26
02:49
12:28

Viral