- Istimewa
Apakah Ada Barang yang Hilang usai Nadira Az-Zahra Mahasiswi Telkom University Berhasil Ditemukan di Bandung?
"Secara persis saya tidak mengetahui kondisinya kayak bagaimana waktu ditemukan, tapi yang jelas dia di situasi sedang sendirian, apakah dia sedang nongkrong, apakah dia sedang bingung duduk di sebuah tempat atau gimana, saya juga kurang," jelasnya.
Apakah Ada Unsur Tindak Pidana?
Dalam situasi saat ini, Budhi tidak ingin memikirkan hal tersebut lebih jauh. Ia bersyukur keponakannya ditemukan dalam kondisi sehat meskipun terlihat sangat lemah dari tingkah lakunya.
Ia mengabarkan hingga kini belum ada konfirmasi terutama mengenai tindak pidana sebagai motif utama penyebab Nadira hilang secara misterius.
"Prinsipnya tidak ada indikasi-indikasi lain secara fisik terutama kekerasan," tambahnya.
Keluarga Langsung Temui Nadira Az-Zahra
Lanjut Budhi, kabar tersebut tentu memberikan kebahagiaan bagi keluarga. Pihaknya yang mengetahui hal ini langsung menemukan Nadira di sebuah tempat bersifat pribadi.
Hingga kini, pihak keluarga terus mendampingi proses pemulihan dan melakukan pengawasan. Sebab, Nadira masih dalam kondisi lemah sehingga tidak ingin ditemukan dan banyak berkomunikasi dengan siapa pun.
"Ananda kami yang sempat hilang paling tidak secara perlahan harus dipulihkan. Dia kelihatan sangat lelah, sangat lesuh walaupun secara fisik tidak ada luka misalnya itu enggak ada sama sekali," tukasnya.
Kronologi Hilangnya Mahasiswi Telkom University
Sebelumnya, kabar hilangnya Nadira mendadak menggegerkan publik. Mahasiswi Telkom University tersebut hilang secara misterius saat berangkat ke kampusnya.
Nadira sempat berpamitan dengan orang tuanya pada 30 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Ia beralasan akan berangkat menuju kampusnya yakni Telkom University.
Adapun pakaian terakhir dikenakan Nadira, di antaranya pakaian kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, kerudung berwarna krem, dan tas ransel krem.
Sementara tas ransel yang dibawa Nadira berisi ponsel genggam, laptop hingga tablet. Ciri-ciri mahasiswi Prodi SIKC tersebut, di antaranya wanita berusia 21 tahun, kulit sawo matang, tinggi 165 cm, benderung putih, dan rambut lurus.
Selepas itu, pihak keluarga mendadak tidak bisa menghubungi Nadira setelah beberapa jam berangkat menuju kampusnya. Kata Budhi, mahasiswi angkatan 2025 tersebut sempat mengabarkan bahwa dirinya telah tiba di kampus pada sekitar pukul 12.00 WIB.