- Antara
Modus Komplotan Pencuri Pagar Besi Taman di Kampung Melayu Jakarta Timur Terkuak, Lima Kali Beraksi dan Dilakukan Sebelum Subuh
Jakarta, tvOnenews.com - Modus komplotan pencuri pagar besi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, akhirnya terkuak. Kasus pencurian pagar besi ini terbongkar oleh warga sekitar.
Mereka mengeluhkan pagar besi di taman bawah kolong flyover Kampung Melayu itu raib dalam empat hari terakhir.
"Seminggu lalu pagarnya masih ada, tapi beberapa hari ini, sekitar tiga sampai empat hari sudah habis, cepat sekali hilangnya pagarnya sama pencuri," kata Ana (38), warga sekitar, Selasa (7/7/2026).
Ana menuturkan para pelaku beraksi secara terang-terangan tanpa menimbulkan kecurigaan warga.
Awalnya warga mengira mereka merupakan petugas resmi yang sedang melakukan pembongkaran atau perawatan fasilitas taman lantaran membawa linggis dan palu.
Namun, setelah dibongkar, besi-besi tersebut langsung diangkut dengan menggunakan bajaj yang sudah menunggu di sekitar lokasi.
Kanit Reskrim Polsek Jatinegara AKP Eko Bayu mengatakan ternyata komplotan tersebut sudah beraksi sebanyak lebih dari lima kali.
"Sudah lebih dari lima kali mereka melakukan ini di lokasi yang sama. Dengan kelompok itu juga, dari kelompok itu, dari satu suku bangsa tertentu. Kami tidak mau menyebutkan suku bangsanya," katanya, Rabu (8/7/2026).
Eko mengatakan modus yang digunakan, yakni beraksi menjelang waktu subuh saat lokasi tersebut dalam kondisi sepi.
"Dari pengakuannya, mereka beraksi menjelang subuh. Waktu itu dipilih karena kondisi lokasi relatif sepi sehingga lebih leluasa mengangkut pagar besi," terangnya.
Dari kelima pelaku, Polsek Jatinegara menangkap salah satu pria berinisial CAT (30) yang tinggal di flyover Kampung Melayu pada Selasa (7/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di sebuah warteg.
Penangkapan itu berlangsung ketika pelaku berusaha bersembunyi karena mengetahui adanya pengecekan dari pihak Kecamatan Jatinegara bersama Satpol PP.
"Informasi dari pelaku, barang tersebut sudah dijual ke daerah Senen. Itu yang sekarang kami dalami untuk menemukan barang bukti sekaligus pihak yang menerima barang tersebut," ungkapnya.
Sampai saat ini, kata dia, polisi belum dapat menyita barang bukti tersebut karena seluruh pagar besi telah berpindah tangan. Meski demikian, penyidik terus melakukan pengembangan kasus. (ant/nsi)