news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

2 santri korban dugaan pembakaran oleh senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah.
Sumber :
  • Instagram/@senjajaya

Deretan Penyebab Santri Korban Pembakaran Gagal ke Podcast Denny Sumargo usai Dicegat Polisi Diungkap Kuasa Hukum

LPA Mataram/kuasa hukum 2 santri korban kasus dibakar senior di Ponpes di Lombok Tengah ungkap penyebab mereka batal ke podcast Denny Sumargo (Densu) viral.
Kamis, 9 Juli 2026 - 15:24 WIB
Reporter:
Editor :

Lombok Tengah, tvOnenews.com - Sebuah video memperlihatkan Ahmad Deven Ramdan (14) dan keluarga Sahid Al Hudri (14), santri yang menjadi korban pembakaran batal memenuhi undangan podcast Denny Sumargo viral di media sosial.

Dua santri korban pembakaran di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah pada 13 Desember 2025 itu batal berangkat ke Jakarta setelah dicegat oleh polisi di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pencegatan terjadi saat hendak memenuhi podcast Denny Sumargo mengejutkan publik. Situasi ini membuat Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Mataram sekaligus kuasa hukum kedua santri korban pembakaran, Joko Jumadi buka suara terkait penyebabnya.

Penyebab Santri Korban Pembakaran di Ponpes Lombok Tengah Batal ke Podcast Denny Sumargo

Video viral santri dan keluarga, korban pembakaran oleh senior di pesantren, Lombok Tengah, NTB dicegat berangkat memenuhi undangan podcast Denny Sumargo
Sumber :
  • Kolase Instagram/@kahar_uddinabbas & Tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo

Joko mulanya membenarkan adanya kejadian tersebut berlangsung di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid. Saat peristiwa terjadi, tim kuasa hukum saat itu tidak berada di rumah sakit maupun bandara.

"Pertama, saya ingin menyampaikan LPA tidak ada di situ dan tidak melakukan pengancaman itu di rumah sakit," ujar Joko saat dihubungi tvOnenews.com melalui saluran telepon, Kamis (9/7/2026).

1. Tidak Ada Obrolan Pergi ke Jakarta

Lebih lanjut, Joko mengaku pihaknya terkejut setelah mengetahui adanya video viral tersebut. Ia dan tim kuasa hukum tidak dikabarkan bahwa para korban akan berangkat menuju Jakarta.

"Saya memang lagi tidak ada di bandara. Sebagai kuasa hukum, kami tidak diberitahu ada kegiatan ke Jakarta (memenuhi undangan podcast Denny Sumargo)," terangnya.

2. Santri Korban Pembakaran Dicegat Polda NTB karena Masih Butuh Perawatan

Joko kemudian menyampaikan alasan para korban dicegat oleh pihak Polda NTB. Hal ini tak lepas lantaran Deven dan Al merupakan pasien dari Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mataram.

"Terkait pencegahan teman-teman di Polda karena beliau itu masih pasien dari RS Bhayangkara," jelasnya.

Status tersebut, kata dia, hal itu membuat pihak kepolisian terus melakukan pengawasan secara ketat. Di sisi lain, santri Ponpes Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy masih dalam proses perawatan secara intensif.

Pihak kepolisian tentu tidak ingin mengambil keputusan secara gegabah. Pengawasan dari Polda NTB berlangsung lantaran kedua korban masih dalam proses hukum pengusutan kasus dugaan pembakaran oleh senior di lingkungan pesantren.

"Pada saat dia dibawa itu, anak itu karena masih pasien dan masih perawatan di RS Bhayangkara. Kami sendiri tidak mengetahui kalau polisi yang mencegat dari Polda. Kebetulan memang mereka masih pengawasan dari Polda," jelasnya.

3. Awal Mula Diundang ke Podcast Denny Sumargo

Situasi pencegatan itu membuat pihak LPA Mataram langsung dihubungi oleh pihak Denny Sumargo. Perbincangan tersebut membahas bagaimana bisa korban dicegat pihak kepolisian.

Kata Joko, hal ini bermula saat tim podcast Denny Sumargo menghubungi salah satu pihak keluarga korban. Mereka diminta untuk berangkat ke Jakarta guna menyuarakan kasus tiga santri diduga dibakar senior.

Selaras dengan pernyataan Densu, tim podcast telah membelikan tiket untuk mereka berangkat ke Jakarta. Sayangnya upaya tersebut berakhir batal lantaran adanya kesalahan komunikasi.

"Miskomunikasi dari perizinan saja," tambahnya.

Di sisi lain, penyebab tim podcast Denny Sumargo menghubungi korban berawal dari video viral yang menunjukkan orang tua kedua santri tersebut meminta bantuan kepada Densu.

Jeritan terekam dalam video tersebut didengar oleh Denny Sumargo. Joko mengatakan, alasan orang tua santri korban pembakaran menyuarakan keadilan karena diminta oleh seorang konten kreator.

"Dari pengakuan keluarga korban, dari orang tuanya diminta membuat video itu oleh konten kreator. Mereka diminta ikuti saja dan diiming-imingi mendapat uang donasi olehnya," katanya.

4. Tanggapan Denny Sumargo

Joko mengungkapkan hasil reaksi dari Denny Sumargo. Presenter sekaligus aktor ternama tersebut memahami hal tersebut lantaran para korban masih membutuhkan perawatan secara intensif.

Ditambah, korban berstatus pasien RS Bhayangkara. Meski gagal ke Jakarta, Densu belum menyerah dan tetap membantu untuk mengusut tuntas kasus dugaan pembakaran terhadap tiga santri.

"Mas Densu menyampaikan akan tetap mengawal kasus ini dan siap memfasilitasi kita apabila mau," ungkap Joko.

Pencegatan tersebut membuat para korban masih tetap berada di RS Bhayangkara. Kondisi luka bakar Deven dan Al semakin parah yang membuat mereka harus segera membutuhkan tindakan operasi.

"Sekarang para korban masih tetap di Rumah Sakit Bhayangkara. Mereka direncanakan butuh 4-5 kali operasi lagi terutama dari kulit di tangannya itu kan sudah tingkat parah," tukas Joko.

(hap)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:31
01:09
01:48
00:59
06:05
01:19

Viral