- Antara/Arif Ariadi
Agama Rachmat Gobel Apa? Ini Asal-usul Keluarga, Pendidikan, dan Karier
Rachmat mempunyai warisan keluarga dan keturunan yang cukup menarik. Ia merupakan keturunan langsung dari Raja Hubulo (Sultan Ibrahim Duawulu) dari Kesultanan Bolango, Gorontalo, yang bergelar "Ti Aulia Salihin" (Sang Aulia yang taat menjalankan agama Islam).
Selain itu, ayahnya bernama Thayeb juga merupakan tokoh berperan penting dalam bidang elektronik di Indonesia. Tak ayal, ayah Rachmat dikenal sebagai pengusaha dan juga politisi asal Indonesia karena menjadi pendiri PT Gobel Internasional.
Sementara, ibu Rachmat Gobel, Annie Nento Gobel juga dikenal sebagai tokoh penting di balik layar mendampingi perintis industri elektronika Indonesia.
Annie dikenal sangat setia mendampingi suaminya. Sejak awal merintis, mereka berjuang untuk mengembangkan kelompok usaha sebagai cikal bakal raksasa industri elektronik di Indonesia.
Kesuksesan kedua orang tuanya membuat Rachmat Gobel sebagai sosok penerus grup Gobel hingga sekarang. Meski demikian, Rachmat tidak langsung memilih jalan hidup dengan sukses.
Selain bicara asal-usul keluarganya, Rachmat Gobel memiliki seorang istri bernama Retno Damayanti. Hingga kini, ia telah dikaruniai dua anak bernama Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel.
3. Riwayat Pendidikan
Dilansir dari laman NasDem dan Gobel.id, riwayat pendidikan Rachmat Gobel dimulai dari SD Republika Mexico Pagi pada 1974. Kemudian, ia melanjutkan di SMPN 11 Jakarta (1977), SMAN 3 Jakarta (1981).
Jejang pendidikannya tidak berhenti begitu saja. Rachmat Gobel memilih kuliah di Universitas Chuo, Jepang dengan mengambil jurusan Pemasaran dan Perdagangan pada 1987.
4. Rekam Jejak Karier
Karier Rachmat sebenarnya dimulai sejak kecil. Saat usia remaja terutama ketika libur sekolah, ia setiap pagi diajak orang tuanya untuk ikut ke pabrik.
Rachmat bekerja penuh layaknya buruh-buruh lainnya. Ia memulai sebagai tukang sapu sebelum dipilih oleh Thayeb sebagai tenaga pelatih di pabrik baterai milik perusahaan.
Rachmat bahkan langsung praktik kerja sekaligus menerapkan ilmunya di Matsushita Group, dekat Kota Osaka, Jepang. Di usia 26 tahun pada 1989, Rachamt diminta kembali ke Jakarta dan langsung menjadi Asisten Presidien Direktur di PT National Gobel yang kini berubah nama menjadi PT. Panasonic Manafacturing Indonesia.