news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin.
Sumber :
  • istimewa

Memohon ke Prabowo, Ibu Sobirin Ceritakan Anaknya Dibakar Hidup-hidup oleh Anak Pimpinan Ponpes Lombok: Saya Orang Miskin

Air mata Ibu Sobirin, seorang ibu dari korban pembakaran hidup-hidup yang diduga dilakukan anak pimpinan Ponpes di Lombok, tak terbendung lagi ketika cerita
Senin, 13 Juli 2026 - 16:55 WIB
Reporter:
Editor :

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi III DPR RI yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, memastikan bahwa parlemen tidak akan tinggal diam. 

“Insyaallah kami, ini Komisi 3 akan berupaya maksimal untuk memberikan ya agar korban almarhum bisa mendapatkan keadilan," janjinya.

Untuk diketahui, kasus pembakaran santri ini jadi perhatian usai video yang memperlihatkan korban luka beredar di media sosial.

Sebanyak dua korban mengalami luka bakar serius, sedangkan satu orang lainnya meninggal dunia.

Peristiwa ini bermula dari tindakan perundungan yang dilakukan terduga pelaku terhadap seorang korban.

Kemudian perundungan ini dilaporkan ke pihak ponpes dan membuat terduga pelaku ditegur.

Tak terima ditegur, terduga pelaku mengajak tiga korban ke ruangan bekas kamar ustaz yang tak digunakan dengan alasan membuat katapel.

Dari hasil penyelidikan awal, terduga pelaku meminta seorang temannya membeli bensin dengan alasan untuk mengecat.

Saat berada di ruangan, para santri diduga membakar sejumlah sampah termasuk kertas mika yang diamankan penyidik sebagai barang bukti.

Api kemudian menyentuh tangan santri tersebut sehingga secara spontan dikibaskan dan mengenai barang lain.

Terduga pelaku lantas keluar ruangan saat api membesar, namun pintu diduga tertutup keras sehingga tiga korban yang masih di dalam ruangan menjadi terjebak.

Korban kemudian dievakuasi setelah santri lain mendengar teriakan minta tolong dan mendobrak pintu ruangan.

Terkait insiden ini, pihak ponpes menyatakan sudah bertanggung jawab terhadap para korban.

Pihak ponpes juga membantah tuduhan yang menyebut mereka mengancam korban akan memberikan denda adminitratif jika berani membongkar kasus ini. Terkait laporan ke polisi, pihak pesantren menyatakan akan menghormati dan mengikuti prosedur hukum yang berlaku. (aag)
 

 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:34
05:05
03:26
01:27
01:57
02:58

Viral