- Instagram @ferdysambo_official
Masih Ingat Putri Candrawathi Istri Ferdy Sambo? Begini Kabarnya Sekarang dari Balik Sel
tvOnenews.com – Masih ingatkah Anda dengan sosok Putri Candrawathi? Istri dari mantan jenderal bintang dua Ferdy Sambo yang ikut terseret dalam pusaran kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini kembali membawa kabar mengejutkan.
Tak lagi meratapi nasib di dalam sel tahanan, terpidana yang kini tengah menjalani masa hukuman 10 tahun penjara tersebut justru membuat gebrakan positif yang mencuri perhatian publik.
Putri Candrawathi yang saat ini mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tangerang, Banten, dilaporkan sukses memprakarsai sebuah program pembinaan kemandirian yang bernilai ekonomi tinggi bagi sesama warga binaan.
- Instagram @ferdysambo_official
Bekerja sama dengan Yayasan Trias Kasih Putri, Lapas Kelas IIA Tangerang sukses menggelar pelatihan kewirausahaan berupa tata cara pembuatan mi ayam pangsit dan mi bakso pada Senin, 29 Juni 2026 lalu.
Agenda ini sengaja digulirkan demi membekali para narapidana perempuan dengan keterampilan praktis sebagai modal menyambung hidup setelah bebas nanti.
Aksi sosial ini ternyata lahir murni dari buah pemikiran Putri Candrawathi sendiri. Tercatat, sebanyak 25 warga binaan perempuan dengan antusias mengikuti jalannya pelatihan, didampingi oleh 25 mentor berpengalaman.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Trias Kasih Putri, M.P. Tumanggor, menguliti fakta bahwa ide brilian ini mencuat setelah Putri Candrawathi mendengar langsung keluh kesah dan kecemasan rekan-rekan satu selnya mengenai kerasnya kehidupan pasca-keluar dari penjara.
“Berdasarkan pemantauan yayasan, cukup banyak mantan warga binaan perempuan mengalami kesulitan memperoleh pekerjaan karena masih menghadapi stigma sebagai mantan narapidana. Karena itu, kami berupaya memberikan pelatihan yang dapat menjadi bekal untuk membuka usaha sendiri dengan modal yang relatif kecil,” ungkap Tumanggor kepada media.
- Instagram @ferdysambo_official
Sektor kuliner seperti mi ayam dan mi bakso sengaja dipilih karena memiliki pangsa pasar yang sangat luas, perputaran uang yang cepat, mudah dijalankan, serta tidak memerlukan modal investasi yang membengkak.
Selama pelatihan, para peserta diajarkan secara ekstrem mulai dari teknik mengolah bahan baku, meracik bumbu rahasia, hingga seni menyajikan makanan agar memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Sebelum program ini, Putri juga sukses menginisiasi pelatihan pembuatan roti di dalam lapas.