- Antara
MY Terduga Peneror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Segera Jalani Tes Kesehatan Jiwa
Jakarta, tvOnenews.com - Aparat kepolisian menjadwalkan pemeriksaan kesehatan jiwa terhadap MY (34), pria yang diduga melakukan aksi teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Langkah ini diambil guna memastikan kondisi psikologis pelaku pasca-ancaman yang meresahkan warga sekolah tersebut.
Pelaksana tugas (Plt) Kanit Krimum Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech, membenarkan adanya rencana tes kejiwaan tersebut.
"Iya betul, kami akan melakukan tes kejiwaan," ujar Ipda Alpino kepada awak media di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (13/7).
Hingga saat ini, pihak penyidik masih melakukan pendalaman terhadap MY. Meskipun sudah diamankan, kepolisian menyatakan bahwa status hukum MY saat ini masih sebagai saksi dalam proses pemeriksaan intensif.
MY ditangkap oleh petugas pada Senin siang sekitar pukul 12.20 WIB di kawasan Gang Kidan, Kampung Srengseng Sawah, Jagakarsa.
Saat penangkapan berlangsung, pelaku yang sedang sendirian itu dilaporkan tidak memberikan perlawanan kepada petugas.
"Sampai saat ini masih saksi, nanti kami akan sampaikan pada kesempatan berikutnya," kata Alpino menambahkan.
Alpino menegaskan bahwa Polres Metro Jakarta Selatan berkomitmen untuk selalu merespons setiap laporan masyarakat dengan cepat.
Hal ini dibuktikan dengan langkah sigap petugas yang langsung mengevakuasi para siswa sesaat setelah laporan teror diterima guna menjamin keselamatan mereka.
Sebagai langkah lanjutan, lokasi sekolah telah disisir oleh tim penjinak bom (Jibom) dari Detasemen Gegana.
Selain aspek keamanan fisik, kepolisian juga menaruh perhatian pada kondisi mental para siswa. Tim Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya dijadwalkan akan memberikan pendampingan psikologis bagi anak-anak di sekolah tersebut.
"Besok dari Direktorat PPA PPO akan hadir ke sekolah untuk melakukan trauma healing terhadap anak-anak kita," tutur Alpino.
Kasus ini bermula ketika SDN Srengseng Sawah 15 Pagi mendapat ancaman bom pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin pagi.
Laporan masuk ke polisi sekitar pukul 07.30 WIB, tepat saat agenda upacara bendera sedang berlangsung.
Teror tersebut dikirimkan melalui pesan WhatsApp kepada seorang staf Tata Usaha (TU) dan guru kelas 1.