news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

GSON Gelar Seminar Nasional.
Sumber :
  • istimewa

GSON Dorong Literasi Digital Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Harapan besar itu terungkap dalam Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-7 GSON beberapa waktu lalu.
Senin, 13 Juli 2026 - 21:09 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com - Organisasi kepemudaan Generasi Solidaritas Ono Niha (GSON) berharap pemuda Ono Niha dan seluruh pemuda Indonesia memiliki daya saing tinggi.

Tak hanya itu, GSON berharap transformasi digital dapat menjadi batu loncatan para pemuda untuk melahirkan karya-karya inovatif demi kemajuan bangsa.

Harapan besar itu terungkap dalam Seminar Nasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-7 GSON beberapa waktu lalu.

Acara yang dihadiri oleh ratusan pemuda, mahasiswa, dan tokoh masyarakat ini mengusung tema krusial: "Literasi di Era Transformasi Digital: Strategi Membangun Generasi Kritis, Produktif, dan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas Tahun 2045".

Seminar nasional ini menjadi ruang diskusi strategis dalam membekali generasi muda, khususnya pemuda asal Kepulauan Nias (Ono Niha) dan pemuda Indonesia pada umumnya, agar mampu menavigasi tantangan era digital sekaligus menangkap peluang menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Sinergi dan Komitmen Nyata Pengurus GSON

Kesuksesan acara ini tidak lepas dari kerja keras panitia dan komitmen jajaran pengurus serta pembina GSON yang melihat pentingnya transformasi pemuda di era modern.

Ketua Panitia Pelaksana, Kristiani Jelima Waruwu, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas antusiasme luar biasa dari para peserta.

"Kami berharap melalui kegiatan ini, pemuda tidak hanya menjadi konsumen informasi digital, tetapi bertransformasi menjadi agen perubahan yang kritis dan produktif. Karakter inilah yang akan menjadi modal utama kita dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Kristiani.

Sementara Ketua Umum GSON, Julianus Daeli, menegaskan bahwa di usia yang ke-7 tahun ini, GSON berkomitmen untuk terus konsisten menjadi motor penggerak literasi dan solidaritas pemuda.

"Dunia digital bergerak sangat cepat. Jika pemuda tidak dibekali kemampuan literasi yang kuat, kita akan tertinggal. GSON ingin memastikan bahwa pemuda Ono Niha dan seluruh pemuda Indonesia memiliki daya saing yang tinggi. Harapan kami, transformasi digital ini menjadi batu loncatan bagi pemuda untuk melahirkan karya-karya inovatif demi kemajuan bangsa menjelang satu abad kemerdekaan Indonesia," tegas Julianus.

Di sisi lain Pembina GSON, Desmen Rahmat Eli Hia, memberikan pandangan strategis mengenai pentingnya kesiapan mental dan intelektual pemuda dari sisi hukum dan sosial di era digital.

"Transformasi pemuda menuju Indonesia Emas 2045 adalah sebuah keharusan sejarah. Era digital menawarkan peluang tanpa batas, namun juga menyimpan risiko seperti hoaks dan disinformasi jika tidak disikapi dengan bijak. Saya berharap pemuda GSON mampu menjadi pelopor generasi yang cerdas hukum, kritis dalam berpikir, dan berdaya saing global, namun tetap memegang teguh nilai luhur budaya dan integritas," ungkap Desmen.

Menuju Indonesia Emas 2045

Acara perayaan HUT ke-7 GSON ini diakhiri dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas dedikasi organisasi selama tujuh tahun terakhir dalam merekatkan solidaritas dan membangun kualitas sumber daya manusia.

Melalui momentum ini, GSON mengajak seluruh elemen kepemudaan untuk terus berkolaborasi, meningkatkan kapasitas literasi digital, dan aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional demi terwujudnya Indonesia yang maju, adil, dan makmur di tahun 2045. (muu)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

09:34
05:05
03:26
01:27
01:57
02:58

Viral