- Dokumentasi tvOnenews.com
Kronologi Pasien Epilepsi RSUD Martapura Diduga Alami Pelecehan Seksual oleh Perawat saat Lemas di ICU
"Istri video call dan di situ saya panik karena dia akan dirujuk. Karena panik, saya lari menuju ruangan ICU rumah sakit. Saat itu posisi ICU terkunci dan ruangan ditutup pintu berlapis," bebernya.
Ia sempat beberapa kali mengetuk pintu ruangan tersebut. Namun, upaya tersebut berakhir gagal karena tidak ada yang memberikan jawaban atau membuka pintu ICU.
"Saya coba kencangin lagi kayak gedor-gedor pintunya. Barulah yang berjaga itu atas nama Sulung keluar membukakan kunci pintu," lanjutnya.
Korban terlihat sudah menangis histeris sambil ketakutan. KU yang tengah mengalami trauma mendesak suaminya agar dirinya dipulangkan.
"Saya tanya lagi. Dia bilang, 'saya dipegang-pegang, digini-giniin'. Nah, posisi di situ cuma ada Bapak Sulung mendorong saya bertanya dan menduga dia melecehkan istri saya," cerita dia.
Kecurigaan semakin kuat setelah Tri melihat kepanikan wajah dari terduga pelaku. Oknum perawat tersebut hanya memperlihatkan mimik ketakutan setelah ditanya olehnya.
Rekaman Video Diduga saat Dilecehkan Menjadi Bukti
Ia pun bertanya kepada rekan satu shift bersama SL berinisial P. Berdasarkan pengakuannya, P sedang istirahat sehingga posisinya tidak berada di lokasi kejadian.
Ia sempat menggertak bahwa dirinya mempunyai rekaman video dugaan adanya dasar tersebut. Hal itu setelah ditanya oleh P terkait dugaan pelecehan seksual dialami istrinya.
"Posisi istri saya sendiri. Saya bilang, 'saya punya rekamannya'. Temannya tanya 'Bapak ada bukti enggak?', kata saya ada karena istri saya merekam lagi posisi sadar cuma enggak kuat dan lemas aja," imbuhnya.
Ia membantah pernyataan dari P yang menyebut rekaman video sebagai bukti berdurasi dua jam. KU hanya merekam sekitar 4 menit 33 detik.
Ia menunjukkan video tersebut sempat merekam suara seorang laki-laki. P mengaku mengetahui sosoknya yang diduga adalah SL.
"Dari situlah sudah terpecah belah. Kemudian, dokter datang, satpam datang, pokoknya sudah ramai dan dokternya di situ bilang rujukan sudah disetujui ke RSUD di Palembang, kita enggak maulah dipulangkan paksa dan harus selesaikan masalah ini dulu," paparnya.