- istimewa - antaranews
Khofifah: Kolaborasi Kunci Jatim Jadi Produsen Gula Terbesar dan Lumbung Padi Nasional
Jatim, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama menjadikan provinsi setempat sebagai produsen gula terbesar sekaligus salah satu daerah lumbung padi nasional.
"Kolaborasi adalah kunci, Jawa Timur memiliki modal yang kuat untuk terus berkontribusi bagi Indonesia, sebagai produsen gula terbesar nasional dan salah satu lumbung padi Indonesia," ucap Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Sabtu (18/7/2027).
Jawa Timur mampu berkontribusi terhadap 51 produksi gula nasional, dimana pada 2025 angka produksi gula kristal putih di wilayah setempat sebanyak 1,34 juta ton.
Lalu, pada 2026 Jawa Timur mendapatkan kepercayaan melaksanakan program bongkar ratoon di luas lahan 48.315 hektare dan program perluasan areal tebu seluas 6.582 hektare.
Dengan demikian, total target pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.
Lalu untuk padi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) luas panen komoditas itu di Jawa Timur pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare atau meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Hasil produksi padi pada periode tersebut sebesar 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG), jumlah itu meningkat 12,60 persen dibandingkan periode 2024.
Jumlah produksi padi 2026 setara sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi penduduk dan semakin memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia.
Khofifah menegaskan dengan capaian itu tak menghentikan langkah pihaknya untuk terus memperkuat produktivitas pada sektor pangan lewat kolaborasi yang dijalankan semakin intensif dengan berbagai pihak, khususnya untuk menopang percepatan swasembada gula.
"Dan menghadirkan inovasi agar kontribusi kami terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar," ucapnya.
Khofifah memastikan pemprov tetap mendukung penuh berbagai program strategis yang diinisiasi oleh pemerintah pusat, khususnya menyangkut penguatan ketahanan pangan nasional.
"Kami optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan," pungkasnya. (ant/aag)