news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa..
Sumber :
  • TVR

Menkeu Purbaya Buka Peluang Pangkas Anggaran Pertahanan Jika Defisit APBN Membengkak

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah mulai membahas kemungkinan pemangkasan sejumlah pos belanja negara, termasuk anggaran pertahanan
Selasa, 21 Juli 2026 - 08:54 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah mulai membahas kemungkinan pemangkasan sejumlah pos belanja negara, termasuk anggaran pertahanan. Meski demikian, ia menegaskan langkah tersebut masih sebatas skenario dan belum menjadi keputusan pemerintah.

Purbaya menjelaskan, pemangkasan anggaran pertahanan, termasuk untuk TNI dan Polri, hanya akan dilakukan apabila kondisi fiskal mengalami tekanan yang signifikan akibat pelebaran defisit anggaran.

Menurutnya, hingga saat ini kondisi keuangan negara masih cukup kuat sehingga kebijakan tersebut belum perlu diterapkan.

“Belum. Tapi kita begini, hitungan anggaran pos-nya besar. Kalau emang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas, tapi rasanya enggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup,” kata Purbaya, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dikutip Selasa (21/7/2026).

Selain anggaran pertahanan, Purbaya juga mengakui pemerintah tengah mengevaluasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memiliki pagu sebesar Rp268 triliun.

Ia mengatakan pembahasan masih berlangsung dan akan berkoordinasi langsung dengan pimpinan program untuk menentukan strategi pelaksanaan hingga akhir tahun.

“Saya mau ketemu ketua MBG seminggu - minggu ini, mau lihat seperti apa akhirnya, strateginya dia untuk tahun ini. Tapi yang jelas kemungkinan ada penurunan,” kata Purbaya.

Namun, ia belum dapat memastikan besaran anggaran yang berpotensi dipangkas dari program prioritas tersebut.

Sebelumnya, aat menghadiri Panen Raya Serentak bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), Presiden Prabowo Subianto menegaskan efisiensi anggaran perlu dilakukan, termasuk apabila harus mengurangi alokasi untuk sektor pertahanan dan kepolisian.

“Kita akan hemat anggaran kita bikin efisien, bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran kepolisian kita kurangi untuk hilangkan kemiskinan,” kata Prabowo.

Presiden kemudian meminta komitmen TNI dan Polri terhadap gagasan tersebut.

“TNI rela? Polri Rela. Rela ya? ikhlas?” tanya Prabowo kepada unsur TNI dan Polri yang hadir dalam acara itu.

Prabowo menegaskan, kekuatan pertahanan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran militer, tetapi juga oleh kondisi rakyat yang sejahtera. (agr/ree)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:28
02:23
01:37
04:43
04:30
05:26

Viral