- tvOnenews/Aldi Herlanda.
Bangunan SDN Kebayoran Lama 09 yang Ambruk Mulai Dipasang Garis
Jakarta, tvOnenews.com - Ruang kelas SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 yang roboh telah dipasang garis pengaman, Selasa (21/7/2026).
Berdasarkan pantauan pemasangan garis dilakukan sekira pukul 14.00 WIB oleh sejumlah orang. Garis itu juga dibentangkan pada bagian sisi bangunan.
Garis berwarna kuning hitam itu baru di pasang setelah bangunan kelas tak diperbaiki hampir dua tahun atau tepatnya pada tahun 2024 lalu.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso mengatakan, bahwa pemasangan garis merupakan tanda agar para siswa ataupun guru tidak ada yang bermain di dekat bangunan.
Pasalnya bangunan yang ambruk pada bagian atapnya itu membahayakan para murid.
"Biar ga ada yang main ke situ, soalnya kan kadangkala ada guru termasuk petugas yang suka bolak balik kesitu, walaupun memang mengecek tapi tetap harus hati-hati," katanya saat dihubungi wartawan.
Santoso memastikan bahwa nantinya puing-puing yang berserakan akibat ambruknya bagian atas bangunan akan segera dibersihkan.
"Dalam waktu dekat nanti kita akan bersihkan," ujarnya.
Sebelumnya, SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09 Pagi kini menjadi sorotan karena bangunannya tak layak digunakan akibat roboh dua tahun lalu.
Meski berada di Ibukota, namun SD tersebut terlihat terbengkalai karena tidak ada kegiatan belajar mengajar karena bangunan tak kunjungi diperbaiki oleh pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan, bangunan yang roboh nampak begitu mengkhawatirkan, rangka atap ambruk ke dalam ruangan kelas.
Sementara suasana di dekat bangunan yang ambruk nampak begitu kumuh dan tak terawat, daun-daun yang berjatuhan terlihat berceceran seperti tidak ada yang membersihkan.
Meski tidak semua bangunan roboh, tetapi sekolah tersebut harus ditinggalkan para muridnya untuk sementara hingga adanya perbaikan dan membuat siswa kembali nyaman untuk melakukan kegiatan belajar.
Salah satu orang tua murid, Evi (33) menceritakan awal mula kejadian robohnya bangunan sekolah. Ia mengatakan, bahwa bangunan sudah hampir dua tahun tidak diperbaiki.
"Awalnya ya itu kejadian kan pas libur Pilkada (2024). Jadi nggak ada yang tahu, penjaga sekolah pun nggak ada yang tahu," katanya, Selasa (21/7/2026).
Evi menyebut saat kejadian hanya diketahui oleh warga setempat saja. Bangunan kelas tiba- tiba roboh tanpa ada hujan dan angin.
"Warga sekitar aja yang (tau), dari warga sekitar awalnya itu pagi hari sekitar jam 06.30 atau jam 07.00-an lah, sekitar jam segitu. Nggak ada angin, nggak ada hujan, tiba-tiba roboh," ujarnya.
Evi menuturkan, saat ini para murid harus dipindahkan sementara ke SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 11 untuk melakukan kegiatan belajar. (aha/cmi)