- Tim tvOnenews/Adinda Ratna Safira
Bertambah! Pelaku Pembunuhan Anggota TNI di Tangsel Jadi 9 Orang
Jakarta, tvOnenews.com - TNI buka suara buntut tewasnya anggota TNI Angkatan Darat, Prada Arif Budi Sampurna (21) yang diduga menjadi korban pembunuhan di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menerangkan, terduga pelaku pengeroyokan dan penusukan berjumlah sembilan orang.
“Dari hasil pendalaman penyidikan, dapat kami sampaikan bahwa terduga pelaku pengeroyokan dan penusukan kepada korban (alm) Prada ABS sejumlah 9 orang,” kata Donny, dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Adapun dalam hal ini, Donny menerangkan bahwa pihak kepolisian sebelumnya memeriksa 17 saksi dan 8 orang saksi lainnya telah dibebaskan karena tidak ada keterlibatan di dalam kejadian tersebut.
Kemudian atas peristiwa ini, Donny menegaskan bahwa TNI akan mengawal proses hukum terhadap para pelaku yang menewaskan prajurit TNI tersebut.
“Pihak TNI akan terus mengawal ketat proses hukum ini dan menghimbau masyarakat serta rekan almarhum agar tetap tenang serta menyerahkan penindakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum,” jelas Donny.
Sebelumnya diberitakan, Polisi mengungkap peran empat pelaku pembunuhan anggota TNI Angkatan Darat, Prada Arif Budi Sampurna (21), yang terjadi di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.
Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan menegaskan bahwa korban dan pelaku tidak saling mengenal. Keempat pelaku dalam aksinya ini memiliki peran yang berbeda.
“Satu tersangka inisial BR (36) dan MKN (27) perannya mengejar korban. Kemudian pelaku berinisial RRG (22) berperan memukul korban dan mengejar korban menggunakan sepeda motor,” kata Wira, kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).
Sementara itu, Wira menuturkan, satu pelaku lainnya yakni EYR melakukan penusukan terhadap korban.
“Pelaku inisial EYR (21) berperan mengejar korban, memukul korban, dan menusuk korban menggunakan sebilah pisau,” ujar Wira.
Adapun terhadap keempat pelaku saat ini telah dilakukan penahanan di tahti Polda Metro Jaya. (Ars/ree)