- Antara
IHSG Dibuka Menghijau, Bursa Asia Bergerak Variatif saat Wall Street Melemah
Jakarta, tvOnenews.com - IHSG dibuka menguat 12 poin atau 0,19 persen di level 6.346 pada pembukaan perdagangan Kamis, 23 Juli 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi menguat pada perdagangan hari ini.
"Jika IHSG kuat bertahan di atas support 6.300-6.330, maka IHSG berpotensi lanjut naik hingga 6.700-6.850 middle term," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 23 Juli 2026.
"Tapi jika break kembali di bawah 6.300, IHSG berpotensi terkoreksi lagi ke 6.000-an," ujarnya.
Bursa saham Asia beragam pada perdagangan Rabu kemarin, mengikuti rebound Wall Street. Hal itu terjadi di tengah kenaikan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, dan kembali diburunya saham-saham teknologi terutama pada sektor semikonduktor.
di Jepang, indeks Nikkei 225 turun 0,18 persen, sedangkan Topix naik 0,45 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi menguat 0,74 persen, sedangkan Kosdaq melemah 0,30 persen.
Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong turun 0,95 persen, CSI 300 China melemah 0,46 persen, Taiex Taiwan melesat 1,34 persen, dan ASX 200 Australia bertambah 0,34 persen.
Harga minyak mentah Brent naik ke level US$94,97/bbl, setelah dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi ke Asia berbalik arah di Laut Merah akibat ancaman serangan dari kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran.
"Support IHSG berada di level 6.250-6.300 sementara resist IHSG di rentang 6.380-6.480," ujarnya.
Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Lonjakan harga minyak akibat memanasnya konflik di Timur Tengah, menekan sentimen pasar karena memicu kekhawatiran inflasi akan tetap tinggi dan mendorong The Fed mempertahankan kebijakan moneter yang ketat.
Indeks S&P 500 melemah 0,14 persen, Nasdaq Composite turun 0,57 persen, dan Dow Jones Industrial Average terkoreksi moderat 0,01 persen.
9Mohammad Yudha Prasetya