- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
RI Buka Karpet Merah untuk Investor China, Dubes Djauhari: Indonesia Bukan Sekadar Pasar
Jakarta, tvOnenews.com – Di hadapan pelaku usaha dan investor asal China, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok Djauhari Oratmangun menegaskan, Indonesia membuka pintu lebar bagi investasi berkualitas yang mampu membawa teknologi, menciptakan lapangan kerja, hingga meningkatkan daya saing industri nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Djauhari dalam sambutannya pada acara Indonesia-China Partnership Forum: Advancing Green Energy and Future Technology di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (23/7/2026).
Djauhari mengatakan momentum forum tersebut berlangsung di saat Indonesia tengah bergerak menuju visi Indonesia Emas 2045, yang tinggal 19 tahun lagi. Menurutnya, pemerintah terus melakukan berbagai reformasi untuk memastikan Indonesia menjadi tujuan investasi yang semakin menarik dan kompetitif.
“Kehadiran Bapak dan Ibu di Jakarta hari ini sangat tepat, karena Indonesia saat ini sedang bergerak maju menuju Indonesia Emas 2045 yang hanya 19 tahun dari sekarang,” kata Djauhari.
Ia menegaskan pemerintah terus memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, pembenahan ekosistem usaha, hingga pemberian kepastian hukum bagi investor.
Langkah tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih terbuka sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
“Pemerintah Indonesia terus memperkuat iklim investasi, menyederhanakan perizinan, memperbaiki ekosistem usaha, memberikan kepastian bagi investor, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin terbuka dan kompetitif,” ujarnya.
Lebih jauh, Djauhari menekankan Indonesia tidak sekadar mengejar arus modal asing, tetapi mengutamakan investasi yang memberikan dampak nyata terhadap pembangunan nasional.
“Indonesia adalah negara yang pro-investasi. Kami menyambut investasi berkualitas, investasi yang membawa teknologi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kapasitas SDM, memperkuat industri nasional, dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri,” tegasnya.
Ia juga menyoroti besarnya bonus demografi yang dimiliki Indonesia sebagai salah satu keunggulan utama dalam menarik investasi.
Menurutnya, dominasi penduduk usia produktif menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi jangka panjang, peningkatan konsumsi domestik, pengembangan sektor industri, hingga lahirnya inovasi baru.
“Indonesia juga memiliki bonus demografi yang besar. Penduduk usia produktif menjadi kekuatan penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, konsumsi domestik, pengembangan industri, serta inovasi masa depan,” katanya.
Karena itu, Djauhari menegaskan Indonesia tidak dapat dipandang hanya sebagai pasar bagi produk asing. Dengan sumber daya manusia usia produktif yang besar, Indonesia menawarkan potensi sebagai pusat pertumbuhan industri dan inovasi di kawasan.
“Karena itu, Indonesia bukan hanya pasar; penduduk usia produktif menjadi kekuatan penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, konsumsi domestik, pengembangan industri, serta inovasi masa depan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Djauhari juga menyoroti fokus kerja sama Indonesia dan China yang semakin diarahkan pada sektor-sektor strategis bernilai tambah tinggi.
Menurutnya, forum kemitraan tahun ini secara khusus mengangkat pengembangan energi hijau (green energy) dan teknologi masa depan sebagai dua bidang yang akan menjadi motor penguatan hubungan ekonomi kedua negara.(agr/raa)